KONSFIRASI NEGARA2 EROPA MELAWAN NEGARA ISLAM

Negara-negara kafir selalu berupaya untuk menghancurkan Negara Islam. Awalnya mereka membangkitkan semangat nasionalisme dan kemerdekaan bangsa-bangsa di Eropa. Mereka menghasut setiap bangsa untuk melawan diri dari Negara Islam serta mereka memberikan senjata dan dana untuk melakukan pemberontakan kepada Negara Islam.


Munculnya Gerakan Wahhabi dan Pemerintahan Saudi
Inggris berupaya menyerang Negara Islam dari dalam melalui agennya, Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud. Gerakan Wahhabi diorganisasi untuk mendirikan sebuah kelompok masyarakat di dalam Negara Islam, yang dilanjutkan oleh Muhammad bin Saud dan dilanjutkan oleh anaknya, Abdul Aziz. Inggris memberi mereka bantuan berupa senjata dan dana. Mereka melakukan pemberontakan bersenjata kepada khalifah dan Amirul Mukminin dengan dukungan dan bantuan dari Inggris. Gerakan Wahhabi berupaya merampas wilayah yang dipimpin oleh Khalifah dengan maksud agar mereka dapat mengatur wilayah tersebut sesuai madzhab yang mereka anut dan menghilangkan madzhab lain dengan kekerasan. Inggris memanfaatkan madzhab Wahhabi, yang merupakan salah satu madzhab Islam dan pendirinya adalah seorang mujtahid. Hal tersebut dapat dipastikan, karena dalam melakukan perlawanan terhadap Negara Islam, gerakan Wahhabi didukung dan diprovokasi oleh Inggris. Mengingat keluarga Saud adalah agen Inggris. Pengikut madzhab Wahhabi tidak pernah menyadari hal ini, namun Amir Saudi dan pengikutnya Saudi sadar sepenuhnya.
Muhammad bin Abdul Wahhab, yang semula bermadzhab Hanbali, berijtihad dalam sebagian masalah, sehingga menjadikan kaum muslimin pengikut madzhab lain berbeda pendapat dengannya dalam sejumlah perkara. Kemudian, ia menyerukan pendapatnya tersebut dan berupaya menerapkannya serta menyerang pendapat lainnya dengan keras. Akibatnya, ia mengahadapi perlawanan dan bantahan dari berbagai ulama, pimpinan dan tokoh masyarakat yang beranggapan bahwa pendapat-pendapatnya bertentangan dengan apa yang mereka pahami dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah. Sampai akhirnya ia diusir dari negerinya. Kemudian ia meminta perlindungan kepada Muhammad bin Saud, pemimpin Bani Anzah. Muhammad bin Wahhab diterima dan disambut hangat di ad-Dir’iyyah. Kemudian menyebarluaskan pendapat-pendapatnya di daerah tersebut dan sekitarnya. Semakin lama, pemikiran dan pendapatnya memperoleh dukungan dan pengikut. Amir Muhammad bin saud pun terpengaruh pemikirannya. Hingga akhirnya beiau menyatakan persetujuan dan penerimaan terhadap pendapat dan pemikiran Muhammad bin Wahhab. Gerakan Wahhabi pun muncul dengan bentuk dakwah dan pemerintahan.
Gerakan Wahhabi mulai menyebarluaskan pengaruhnya ke daerah-daerah dan kabilah-kabilah disekitar Dir’iyyah dalam dua aspek yaitu dakwah dan pemerintahan. Kekuasaan Muhammad Saud bertambah luas. Kemudian sepeninggalnya, kepemimpinan suku Anzah digantikan oleh anaknya, Abdul Aziz. Dalam pemerintahan Abdul Aziz, gerakan Wahhabi mengalami stagnansi.
Kemudian setelah 41 tahun tertidur, gerakan Wahhabi memulai lagi aktivitasnya. Gerakan Wahhabi menyusun metode baru dalam menyebarluaskan madzhab, sehingga madzhabnya dikenal secara luas sampai ke seluruh Negara Islam dan negara-negara lain. Gerakan tersebut menimbulkan kegoncangan dan kekhawatiran di seluruh Negara Islam. Gerakan Wahhabi melanjutkan aktivitasnya dengan metode baru, yaitu menyebarluaskan madzhab melalui peperangan dan penaklukan dengan tujuan untuk menghapus madzhab-madzhab lain dan menggantinya dengan madzhab mereka. Hingga pada perkembangannya amir-amir Saudi menganut madzhab Wahhabi sebagia alat untuk menyerang Daulah Utsmaniyyah (Khilafah) dan memprovokasi terjadinya perang madzhab diantara kaum muslimin. 

Konspirasi Inggris Melawan Negara Islam
Kedekatan dan kesetiaan keluarga Saudi dengan Inggris diketahui pasti oleh Negara Islam dan negara besar lainnya. Inggris juga tidak pernah menyembunyikan fakta bahwa mereka mendukung Saudi sebagai suatu negara. Di samping itu, sejumlah senjata dan perlengkaoan perang yang dikirimkan melalui India serta dana yang digunakan untuk membiayai perang dan melengkapi pasukan mereka tidak lain adalah senjatan dan dana dari Inggris. Perancis, menentang Gerakan Wahhabi karena dianggap wujud gerakan Inggris. Khilafah berupaya mematahkan gerakan Wahhabi, namun tidak menghasilkan apapun dan wali di Madinah, Baghdad dan Damaskus tidak mampu mengendalikannya. Selanjutnya khalifah meminta Gubernur Mesir, Muhammad Ali untuk memerangi mereka. Awalnya, Muhammad ali tidak mau lalu karena mendapat bujukan dari Perancis, akhirnya Muhammad Ali menjalankan permintaan khalifah. Muhammad Ali merupaka agen Perancis. Akhirnya tentara Mesir berhasil menduduki Madinah tahun 1812. Kemudian, Muhammad Ali mengutus putranya, Ibrahim dari Kairo, yang mendesak kaum Wahhabi hingga mereka mundur sampai ad-Dir’iyyah. Sampai akhirnya kaum Wahhabi menyerah dan pasukan Ibrahim berhasil menghancurkan sepenuhnya ad-Dir’iyyah. Ibrahim mengahancurkan sepenuhnya ad-Dir’iyyah hingga tidak nampak bekas-bekasnya. Peristiwa ini menandai berakhirnya konspirasi Inggris melawan Negara Islam pada masa itu.

Upaya Perancis Menyerang Negara Islam
Perancis berupaya menyerang negara Islam melalui agennya, Muhammad Ali. Secara terbuka, Perancis mendukung Muhammad Ali secara politik dan internasional. Muhammad Ali memisahkan diri dan menyerang Khilafah. Ia bergerak ke Syam (1831) bertujuan untuk menguasainya. Ia menduduki Palestina, Libanon, dan Suriah serta menyusup ke Anatolia. Khalifah mengirim pasukan kuat untuk melawannya. Inggris, Rusia dan kedua negara Jerman turut serta menentang Muhammad Ali. Inggris, Rusia dan kedua negara Jerman membentuk kerjasama yang disebut “Quadrilateral Alliance” (Aliansi Empat Negara). Dengan dalih mempertahankan Daulah Utsmaniyyah, keempat negara tersebut memaksa Muhammad Ali menyerahkan Suriah. Aktivitas tersebut menguntungkan khilafah, karena berhasil mematahkan upaya Muhammad Ali dan memaksanya keluar dari Suriah, Palestina dan Libanon. Selanjutnya Muhammad Ali kembali ke Mesir.

Buku: Konspirasi Barat Meruntuhkan Khilafah Islamiyyah_Abdul Qadim Zallum

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BURAPHA UNIVERSITY

KESIMPULAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI