Pesan Sang Ayah Wahyudi kecil tinggal di sebuah desa terpencil. Untuk pergi ke kota membutuhkan waktu setengah jam perjalanan menggunakan sepeda “Ontel”. Jalanan desa masih tanah berumput. Jika hujan akan sulit di lewati. Listrik baru ada setelah umur SMP. Sarana desa masih sangat minim. Ia hidup bersama kedua orang tuanya. Kampungnya bernama desa Duyung Kecamatan Takeran. Daerah paling pinggir bagian timur kabupaten Magetan. Rumahnya dekat dengan sungai Bengawan Madiun. Sehari-hari pekerjaan Ayahnya mencari buah-buahan, untuk dijual Kembali di kota. Ekonomi keluarganya terkategori menengah ke bawah. Kendaraan yang dimiliki hanyalah sepeda “ontel”. Seperti umumnya anak-anak desa lainnya. Sehari-hari Ia hidup bersama alam pedesaan. Udaranya masih segar, tidak banyak polusi asab kendaraan bermotor. Disana-sini banyak pepohan yang subur dan rindang. Jauh dari suara bising kendaraan kota. Blantaran pasir pinggir sungai me...
Postingan
Menampilkan postingan dari Oktober 11, 2020