MENINGGALKAN SIKAP BOROS
Oleh: Wahyudi, M. Pd Baru saja kita saksikan perayaan tahun baru 2017, baik tingkat kota ataupun kelurahan. Sebuah perayaan yang menyisakan pertanyaan bagi sebagian masyarakat, “mengapa harus ada perayaan menyambut tahun baru, yang bukan saja mewah dengan mendatangkan artis ibu kota namun juga menyajikan budaya yang tidak mendidik, disaat minimnya anggaran pembangunan?”. Tentu saja perayaan tahun baru seperti ini bukan saja dibilang pemborosan akan tetapi kurang tepat dalam alokasi dana anggaran. Bukankah sikap boros seringkali membawa pelakunya ke dalam kerugian dan kerusakan. Seorang pengusaha kaya bisa bangkrut, habis kekayaanya karena sikapnya yang boros; pun institusi pemerintahan, akan menjadi bangkrut jika berlaku boros terhadap anggaran. Lalu apakah penyebab boros? dan bagaimanakah pandangan terkait sikap boros? Islam sebagai agama yang sempurna mengatur bagaimana mengembangkan harta, sekaligus juga mengatur bagaimana cara membelanjakannya. Islam telah menetapkan met...