PROBLEMATIKA UMAT ISLAM DAN SOLUSINYA

Assalamu alaikum wr wb
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kita sebagai seorang muslim, memuliakan kita dengan dakwah yang akan membebaskan umat manusia dari segala penghambaan kepada selain Allah untuk menuju kepada penghambaan hanya kepada Allah semata.---------------------------------------------------------
Sholawat dan salam tetap tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya dan seluruh kaum muslim yang tetap istiqomah dengan jalan islam.
Jamaah yang dirahmati oleh Allah SWT.
Kaum muslimin saat ini dalam keadaan berduka. Kaum Muslim di Aleppo (Halab) Suriah dibantai secara keji oleh Rusia, pendukung utama rezim bengis Basar Assad, yang didukung penuh oleh Amerika dan sekutunya, khususnya Iran. Puluhan ribu Muslim dibantai secara mengenaskan. Ribuan Muslimah dibunuh. Ribuan anak-anak tak berdosa pun menjadi korban. Puluhan ribu Muslim lainnya terpaksa menjadi pengungsi akibat serangan brutal Rusia terhadap wilayah Aleppo Timur.
Serangan itu juga menghancurkan ribuan rumah, merontokkan ratusan madrasah, bahkan meluluhlantakkan puluhan rumah sakit. ------------------------------ Warga Aleppo Timur melaporkan adanya penggunaan amunisi “cluster–bom (bom curah)”. “Bom curah” berisi ratusan bom-bom kecil yang meledak dan terbakar di wilayah yang luas sehingga membakar seluruh lingkungan yang dibom. --------------------
Duta Besar Prancis untuk PBB, Francois Delattre, mengatakan; Aleppo menjadi “salah satu tempat pembantaian terbesar terhadap penduduk sipil sejak Perang Dunia II”.-------------------------------------------------------------------------------
Alhasil, sejak Arab Spring terjadi 2011, di Suriah sudah lebih dari 500.000 orang terbunuh dan lebih dari 11 juta penduduknya mengungsi.-------------

Pembantaian hingga kini terus berlanjut.--------------------------------
Di kota Aleppo. Dunia menyaksikan dengan perasaan yang mengerikan, penghancuran kota Aleppo. Puluhan ribu laki-laki, perempuan, dan anak-anak muslim berharap pada belas kasihan dari Tentara Suriah dan sekutunya yang haus darah. Kenyataan ini sangat menyakitkan kita semua ---------------------------  
Lebih dari 50.000 orang dari sekitar seperempat juta penduduk kota itu telah mengungsi akibat serangan terhadap wilayah Aleppo timur yang dikuasai para pejuang revolusi.------------------------------------------------------------------------
Namun, kini mereka (para pejuang itu) kini sedang dibombardir dengan senjata terburuk yang pernah dikembangkan manusia.---------------------------
Kelompok bantuan kemanusiaan memperkirakan hanya terdapat 35 dokter yang tersisa di Aleppo Timur, satu orang untuk setiap 7.143 orang, dengan asumsi penduduknya berjumlah 250.000 orang.----------------------------------
Diamnya para penguasa muslim sangat menyesakkan. Mereka tidak peduli atas darah yang telah mengalir di tanah Suriah dan Aleppo. Padahal darah yang mengalir disana adalah darah keimanan. ---------------------------------------------
Saking sepinya pertolongan bagi muslim Aleppo, ada warga Aleppo melalui dunia maya berteriak pada dunia;”wahai manusia, jangan tidur!” Anda bisa melakukan sesuatu, proteslah sekarang! Hentikan genosida”. -----------------------
Jadi yang dilakukan oleh basar asad dan Rusia di Aleppo adalah pembunuhan massal (genosida) terhadap umat Islam ------------------------------------
Seorang pria mengatakan ini adalah video terakhir yang dia unggah. “Kami lelah berbicara, kami letih berorasi. Tidak ada yang mendengar, tidak ada yang merespons. Kini datang bom., Di sini video berakhir.”--------------------------------
Dan pada Selasa pagi, seorang yang disebut Monther Etaky menulis, “saya masih di sini, menghadapi genosida bersama sahabat-sahabat saya tanpa ada komentar apapun dari dunia.”---------------------------------------------------------------------
Itulah gambaran kegelisahan dan kepedihan rakyat Aleppo----- .

Para penguasa telah menyaksikan semua itu, orang-orang yang dibantai, anak-anak yang tidak bersalah dibunuh dan kaum wanitanya yang mengubur anggota keluarga mereka sendiri.-----------------------------------------------------------------
Mengapa para penguasa yang berbatasan Suriah sekarang masih tetap diam?     
Di mana para penguasa Yordania, dimana penguasa Arab Saudi dan Turki atas terjadinya pembantaian ini?-------------------------------------------------
Di mana tentara mereka yang akan membebaskan umat Islam yang mengatakan bahwa Tuhan mereka adalah Allah Azza wa Jalla?-----------------------
Penguasa negeri Muslim, terutama yang berbatasan dengan Suriah telah menyatakan dengan jelas bahwa mereka secara terbuka membela musuh orang-orang beriman apakah mereka masih hidup atau sudah mati.------------------
Para penguasa di dunia Muslim seperti itu telah bersalah sebagaimana bersalahnya sang penjagal barbar Bashar al Assad.--------------------------------------
         
Jeritan umat Islam Aleppo semestinya dapat menyentuh hati sanubari para pemimpin negeri-negeri Muslim yang ada di sekitarnya. Namun ternyata, serangan brutal atas Aleppo tidak hanya mengungkap keburukan rezim Assad, Rusia dan Amerika; tetapi sekaligus mengungkap pengkhianatan Iran, Arab Saudi, dan penguasa Turki.        
Iran melakukan aksi-aksi pembunuhan brutal melalui para tentaranya yang dikirim untuk mendukung rezim Bashar Assad. Arab Saudi memberikan bantuan dana kepada sebagian faksi perlawanan agar terlibat dalam perundingan khianat, yakni menyerahkan Aleppo tanpa perlawanan. ---------------------------------------------------
Adapun Turki berperan sebagai alat untuk memuluskan rencana-rencana Amerika. Turki berteriak tidak akan menghinakan Aleppo. Faktanya, Turki justru menghinakan Aleppo di depan mata kaum muslimin. Bahkan kaki (militer) Turki yang tertanam di kawasan Aleppo tidak melindungi Aleppo; malah dialihkan dari Aleppo ke wilayah yang jauh! Turki pun berteriak makin keras tidak akan membiarkan “Pembantaian Hamma” yang kedua terjadi. Faktanya, “Pembantaian Hamma” yang kedua bahkan ketiga terjadi, tetapi Turki tidak bergerak sama sekali! Operasi “Perisai Eufrat” di Suriah yang dipimpin oleh militer Turki, yang berlangsung sejak 24/8/2016 itu, faktanya juga tidak dalam rangka menyelamatkan rakyat Suriah dari kekejaman rezim Assad, tetapi—sebagaimana dinyatakan Erdogan—menargetkan organisasi-organisasi teroris (TRT Arabic, 1/12/2016). Inilah pengkhianatan penguasa Turky atas umat Islam yang harus kita sadari ----------------------------------------------------------------------
Pernyataan Erdogan ini ditegaskan lagi oleh perdana menterinya. Pada 7/12/2016, dalam kujungan ke Moskow, PM Turki Yildirim menyatakan dengan jelas, dalam wawancaranya dengan Kantor Berita Interfax Rusia, bahwa operasi “Perisai Eufrat” tidak terkait dengan kejadian-kejadian yang terjadi di pusat Kota Aleppo dan tidak ada hubungannya dengan operasi pergantian rezim Suriah (Al-Khaleej on line, 7/12/2016). -----------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------
Tragedi Aleppo jelas bukan tragedi satu-satunya yang menimpa umat Islam. Baru saja umat Islam di Myanmar (Burma) mengalami pembataian oleh Tentara pemerintah Myanmar, bahkan hingga kini masih sedang berlangsung. Pengamat menyebutkan pembantaian di Myanmar lebih tepat di sebut Genosida (pembantaian massal) terhadap umat Islam Rohingya. Ratusan orang telah tewas dengan cara yang sadis, dibakar hidup-hidup oleh tentara pemerintah Myanmar.--------------------------------------- Organisasi pendukung Muslim Rohingya. Ko Ko Lin mengatakan, menurut penduduk desa, sedikitnya 150 orang telah tewas oleh pasukan keamanan. Ia mengatakan bahwa pemerintah berusaha untuk menutupi pembunuhan dengan membatasi akses media dan bantuan sejumlah kelompok dari daerah lain.--- Pemerintah mengatakan para penyerang membakar ratusan rumah, tetapi kelompok hak asasi menyalahkan tentara atas tindakan tersebut. Kelompok Human Rights Watch (HRW) telah menggunakan citra satelit untuk mengidentifikasi 430 bangunan yang hancur. Kekerasan terus terjadi di Myanmar yang dipicu oleh kekejaman militer dengan membunuh puluhan suku Rohingya dan menangkap 230 suku Rohingya.------------------------------------------
         Sekitar 1,3 juta Muslim tinggal di Burma. Sementara pemerintah menolak untuk memberi mereka kewarganegaraan, dan memperlakukan mereka sebagai para imigran ilegal yang datang dari Bangladesh. ----------------------------------------         Amnesty Internasional menyebut telah terjadi “bencana kemanusiaan” dengan adanya pembunuhan membabi buta, penangkapan dan penahanan sewenang wenang, pemerkosaan, penjarahan dan penghancuran rumah termasuk pembakaran 1.200 rumah serta bangunan lain seperti sekolah dan masjid.--------------------------         Masih menurut Amnesty International, tindakan militer merupakan “bagian dari serangan meluas dan sistematik terhadap penduduk Rohingya di Negara Bagian Rakhine di bagian utara dan oleh karena itu, mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan”.        
         Kebijakan keji pemerintah Myanmar menetapkan bahwa bayi-bayi Rohingya yang lahir di luar pernikahan resmi yang diakui pemerintah ditempatkan pada daftar hitam yang melarang mereka untuk masuk sekolah dan menikah. Seorang pasangan Rohingya harus membuat permohonan terlebih dulu sebelum mencoba untuk menikah; sering adanya penolakan oleh pemerintah, serta kebijakan yang ketat untuk memiliki hanya dua anak hanya diperuntukkan bagi Rohingya.--------------------------
        
         Semua kejadian itu didengar dan disaksikan dunia, kaum Muslim dibantai dan dijadikan obyek kejahatan yang paling keji, namun tidak seorang pun penguasa negeri muslim yang bergerak untuk menolongnya. Bantuan obatan-obatan, makanan memang diperlukann,  namun semua itu bukan solusi tuntas yang di butuhkan dari penguasa-penguasa Islam. Para penguasa negeri Islam sebenarnya bisa berbuat lebih dari itu, yaitu mengirimkan bantuan militer terbaik mereka untuk membebaskan kaum muslimin dari pembantaian.-------------------------------------------------------------------         Bukankah mereka saudara kita semua? Bukankah kaum muslimin bersaudara? Mengapa pengusa negeri islam enggan menolong saudaranya yang teraniaya?
Jawabnya adalah, karena mereka adalah penguasa-penguasa pengecut. Agen penjajah                                                                                                                       
         Seolah mereka mengikuti Amerika dan Barat sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. Mereka diam saja tetap tidak bergerak sedikitpun.
         Ini adalah buah dari penerapan ikatan  NASIONALISME atau faham kebangsaan. Dengan ikatan kebangsaan, kaum Muslim terlepas dari ikatan mereka yang satu, yakni ikatan tauhid. Mereka merasa kaum muslimin diluar wilayah nasionalnya bukan urusannya.inilah ikatan dan faham yang haram di pakai oleh umat Islam            
         Sampai kapan muslim Aleppo, Myanmar dan penduduk Muslim lainnya yang lemah dan tertindas tetap seperti itu? Sampai kapan saudara kita didengar jerit lukanya?                  Sampai kapan, wahai umat Islam akan mendiamkan penguasanya penguasanya yang berkhianat seperti ini? yang akan bertindak represif terhadap rakyatnya ketika mereka hanya berusaha menunjukkan dukungan terhadap saudara-saudara mereka yang tertindas, sebagaimana yang dilakukan oleh para penguasa di Bangladesh, Malaysia, negara-negara Arab, Pakistan, bagaimana dengan Indonesia? Sama saja.              Tragedi lainnya, selain Aleppo dan Myanmar, juga masih terus dialami oleh kaum Muslim di Xinjiang, Cina; Kashmir, India; di Afrika, Irak, Pakistan, Afganistan dan tentu di Palestina yang telah sekian puluh tahun menderita dijajah Israel yang didukung Amerika dan Eropa. ---------------------------------------------------------------
         Begitu banyaknya penderitaan umat di berbagai belahan dunia itu, khususnya yang dialami kaum Muslim Aleppo di Suriah saat ini, mesti kemana kaum muslimin minta tolong?------------------------------------------------------------------------ Yang jelas bukan kepada PBB, karena PBB adalah alat penjajahan negara-negara Barat. Tidak pula kepada para penguasa Arab. Sebab mereka hanya sekadar pencitraan semata untuk menipu dunia, seperti menggalang bantuan kemanusiaan atau menampung para pengungsi dengan batas waktu yang sangat pendek, Lebih dari itu tidak dilakukan, mereka sebenarnya bisa mengerahkan pasukan militer untuk menghentikan serangan brutal Rusia dan rezim Bassar Assad, sang penjagal Muslim Suriah. Padahal jarak Aleppo dengan Turki, misalnya, hanya 25 km. -------------------------------- Setahun lalu Saudi memang menggagas pembentukan aliansi militer yang melibatkan 34 negara Muslim. Namun, kiprahnya tak terdengar sedikit pun saat kaum Muslim Myanmar dan kaum Muslim Aleppo dibantai seperti saat ini. Mengapa? Karena sejak awal aliansi ini dibentuk dalam rangka menangkal “terorisme” dalam makna yang dikehendaki Amerika dan Barat. --------------------------------------------------------------------------- Sebagaimana biasa, lembaga internasional seperti PPB, juga para penguasa Muslim, sejauh ini hanya pandai mengecam dan mengutuk. Sebagian lagi—seperti penguasa negeri ini—diam seribu bahasa, bahkan menjalin hubungan kerjasama dengan Iran, yang notabene salah satu alat Amerika yang juga berperan dalam pembantaian kaum Muslim di Aleppo.             Keputusan mereka akan merusak nasib mereka sendiri di dunia maupun di akhirat.               Fakta tentang Arab Saudi. Kita tidak bisa minta pertolongan kepada Arab Saudi, karena Pangeran Saudi meminta agar memberikan hukuman yang berat kepada siapa saja memperdayai para pemuda dan menyeru mereka untuk pergi berjihad ke Suriah, padahal pemuda-pemuda kaum Muslim dari berbagai negeri-negeri tetangga berbondong-bondong datang ke Suriah untuk menolong saudara-saudara mereka yang tertindas, serta untuk membela kehormatan dan kesuciann umat islam.                Arab saudi tidak rela ketika pemuda-pemuda islam pejuang revolusi Syam dan saudara-saudara mereka menjadi batu sandungan yang menghalangi upaya-upaya Amerika dalam memporakporandakan syam. Arab saudi telah mulai menginjak-injak konstitusi mereka sendiri demi membela Amerika. Para tentara Arab saudi dan para ulama Arab Saudi telah bekerja keras membantu sang penjahat, Amerika! Sungguh, celakalah para penguasa antek, boneka Amerika------------------------------------------------- Tidak hanya di Suriah saja Arab Saudi membantu Amerika yang bertindak kejam terhadap kaum muslimin Aleppo, tetapi juga terhadap saudara-daura kita di Yaman.------ Arab Saudi juga telah membantu Amerika membunuh Umat Islam di Yaman. Arab Saudi melancarkan beberapa serangan udara untuk membantu serangan yang dilancarkan oleh pesawat tak berawak (drone) AS di Yaman. Kebrutalan rezim penguasa di Suriah mencapai tingkat kebrutalam yang belum pernah diketahui dalam sejarah modern sebelumnya. Namun semua ini tidak dirasakan oleh para penguasa pengkhianat di negeri-negeri kaum Muslim, terutama rezim keluarga Saud di tanah Hijaz yang suci.            Dalam hal ini, kami menyampaikan kepada para penguasa Arab Saudi. Bukankah Anda muslim? di manakah wujud kewajiban seorang Muslim menolong saudaranya sesama Muslim? di mana pesawat-pesawat tempur kalian dalam melawan tentara penjahat Basyar, wahai keluarga Saud, mengapa justru pesawat-pesawat Anda digunakan untuk membunuh kaum Muslim dari anak-anak umat Islam.             
         Telah nyata bahwa para penguasa negeri-negeri muslim telah mengabdi kepada Amerika dan mengkhianati kaum muslimin. -----------------------------------
         Aleppo, Suriah dan seluruh dunia Muslim menanti kembalinya Khilafah Rasyidah yang akan membebaskan  tanah tanah itu dan melindungi semua orang. Khilafah tidak akan memiliki sikap pengecut, dan pengkhianat dari para penguasa yang mewabah di dunia Muslim saat ini.------------------------------------------------------------- Hanya dengan cara itu umat dilindungi dan dijaga dari orang-orang yang membunuh.
“Dan janganlah sekali-kali kamu mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak”. (QS Ibrahim[14] : 42)
Jamaah yang dirahmati Allah SWT.
Umat Islam pasti akan menag, kaum muslim akan merebut kembali wilayah Syam dan menyatukan kembali. Sehancur apapun Aleppo, ia akan bangkit kembali, dan seluruh Negeri #Syam khususnya Aleppo, akan tetap menjadi belati beracun di dalam tenggorokan #Amerika, #Rusia, para pengikut, dan pendukung mereka. Ia akan memberikan mereka malam-malam tanpa mereka dapat tidur dan akan membunuh mereka karena kejahatan mereka
Mereka tidak akan menikmati kemenangan yang mereka klaim saat ini di Aleppo. Jika mereka mampu masuk ke suatu negara hanya setelah negara itu hancur, maka itu adalah kemenangan imajiner.
Jika mereka mengalahkan pejuang hanya setelah ia syahid, itu adalah 'kemenangan' pecundang. Dan jika mereka mengumpulkan roket-roket penghancur dan laras-laras peledak, juga ratusan atau ribuan tentara, namun tidak mampu #berhadapan langsung dengan mereka (para pejuang) kecuali lewat udara dengan kapal-kapal perang dan peluncur roket canggih, ini adalah kemenangan seorang #pengecut yang takut bertemu manusia, manusia yang nyata, dan 'kemenangan' seperti ini tidak akan bertahan.
Amerika Serikat, Rusia, beserta sekutu dan pengikut mereka ingin mengulangi kejahatan mengerikan, mengikuti jejak saudara-saudara mereka Tentara Salib dahulu, tentara Mongol, dan Tatar Kuno di Irak dan as-Syam (Levant), tetapi mereka tidak mengambil pelajaran bagaimana nasib mereka pada akhir cerita!
Mereka tumbang oleh kaum #Muslim dari negara mereka sendiri, dan kebanggaan Islam dan umat Islam kembali. Mereka memperkuat #Khilafah mereka, dan mereka membuka kota Heraklius yang kemudian menjadi kota Islam, Istanbul, dan mereka telah maju hingga dekat Moskow dan mengetuk pintu Wina. Hari-hari akan menjadi saksi perubahan, dan hari esok itu dekat bagi orang yang menantinya.
  

“Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali”. (Qs.asy-Syu'araa' [26]: 227)

Wallahu ‘alam bi shawab.

Wassalamu alaikum wr wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BURAPHA UNIVERSITY

KESIMPULAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI