BURAPHA UNIVERSITY


Burapha University (BUU) punya pesona kampus yg sangat elok. BUU punya Arsitektur gedung-gedung bertingkat dengan taman-taman yang indah. Tempat-tempat duduk bertebaran di setiap sisi taman, di pinggir-pinggir  jalan, dan tanaman bunga dipotong rapi, halaman disapu bersih. Begitu mata mulai menatap kawasan kampus rasanya ingin mengitari semua lokasinya. Bila ada kesempatan berkunjung ke sana, jangan lewatkan untuk tidak mengabadikan keindahan setiap sudut kampus. Tidak sulit mengeliling kampus untuk menikmati keindahanya. Kalau ingin cepat, cukup berhenti di Halte, tak lama bus akan segera lewat. Anda bisa menumpang gratis mengelilingi semua jalan-jalan utama kampus. Siapkan kamera terbaik. Anda bisa melakukan jeprat-jepret untuk ambil gambar dari Bus. Jendela Bus terbuka lebar seperti naik kereta kuda. Ukuran body Bus tanggung seperti bus Damri dengan sopir yang professional. Tapi teman saya menyebut Bus itu dengan sebutan Bus Odong-odong, karena samping kanan dan kiri cenderung terbuka. Berwarna orange. Bila anda ingin punya cukup referensi komplit tentang pesona sebuah kampus, anda bisa mendapatkannya di Burapha University. Burapha University is the beutifull dream your destination of study (Wahyu_Sains, Fb. 2013)
Pagi itu hari sabtu, minggu pertama saya menjadi penghuni Asrama kampus yang memiliki corak warna telor bebek itu. Awalnya saya dan teman-teman mencoba melakukan explorasi lingkungan Asrama saja, namun lama-lama meluas sampai tak terukur gerak kami. Berjalan santai menyusuri trotoar jalan kampus. Jalan-jalan yang menghubungkan lokasi satu kampus dengan kampus yang lain. Maklum kami masih baru di kampus itu. Sementara hanya trotoar saja yang berani kami lewati. Sambil sesekali mengambil gambar lokasi kelokan yang dilintasi agar tidak bingung kembalinya. Tak terasa sudah hampir dua jam lebih berjalan berkeliling, tapi masih belum tembus semuanya. Kami melihat semua taman di halaman dan di kanan-kiri gedung tiap-tiap Fakultas. Semua tampak tertata rapid an terawat.
Kami juga memperhatikan lalu lalang mahasiswa, namun kami tidak sekalipun mencoba bertanya kepada mereka. Sepengetahuan kami, mereka kebanyakkan tidak bisa berbahasa Inggris, karena dalam kurikulum mereka tidak dipelajari bahasa Inggris. Entah mengapa bahasa Inggris tidak diajarkan disana. Kami sampai sebuah di sebuah halte, kemudian kami duduk di sana, sesat kemudian ada bus menurunkan mahasiswa, sebagian dari mahasiswa yang barusan turun, ada beberapa yang berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dan sangat jelas pakai logat Jakarta. Teman kami ada yang sempat mengajaknya bisacara salah satu dari mereka, ternyata dia memang asli Jakarta. Dia sudah tiga tahun kuliah di Burapha karena ayahnya bekerja di Thailand.
Kami juga sempat istrirahat disebuah taman. Kami duduk-duduk di sebuah taman yang luas dan sejuk. Taman itu dipenuhi oleh pohon-pohon kelapa yang cukup tinggi. Bagian dasar taman tersusun pavling blok yang rapi. Mengesankan kampus ini memperhatikan aspek ramah lingkungan dalam mempercantik taman. Taman itu kelihatan sangat terawat. Udaranya sangat sejuk dan angin bertiup kecepatan sedang, mengisayaratkan lokasi ini dekat pantai. Berlama-lama disana tidak membuat bosan. Pernah kepikiran bawa tenda dan bantal sekalian baca-baca dan tiduran-tiduran disini. Tapi itu tak mungkin, keluhku.
Setelah beberapa waktu duduk-duduk santai di taman “kelapa” kami bergerak kearah timur, ternyata diujung ketemu pintu gerbang masuk utama kampus. Kamipun terus berlanjut jalan dan memutuskan keluar gerbang. Disamping pintu gerbang terdapat dinding tembok dengan logo kampus dan tulisan “Burapha University” sebagai pertanda akan memasuki lokasi kampus. Tak menyiakan moment kamipun segera berfoto bareng disitu. Selesai berfoto-berfoto, memutuskan tetap berjalan, namun kali ini mencoba lebih menjauh lagi ekplorasinya. Kami berjalan menyusuri trotoar jalan diluar kampus. Saat melihat jalan didepan pintu utama perasaan heran, mengapa jalan ini padat dan hampir ke satu arah saja, sedangkan arah baliknya sepi?  Eh …tenyata jarak 100 meter ada tempat Visata pantai yang sangat menarik. Pantai Bangsaen namanya, karena terletak di kota Bangsaen. Lalu-lalang pengguna seragam hitam putih banya sekalai. Sepertinya menjadi tempat mahasiswa Burapha melepas penat setelah kuliah seharian. Belakangan pantai ini sering menjadi tempat jalan-jalan kami setiap pingin cari angin keluar Asrama.
Banyak kampus-kampus bagus di Indonesia yang pernah saya kunjungi, namun saya belum pernah menjumpai tamannya dengan memanfaatkan pohon kelapa sebagai penghiasnya. Kebanyakan kampus yang saya lihat di Indonesia hanya pohon-pohon beranting yang besar-besar. Missal di kampus ITB, banyak pohon tinggi menjulang tapi tidak ada satupun pohon kelapa di tamannya. Tapi beda dengan kampus Burapha ini. Mungkin ini wajar karena kampus ini terbilang dekat dengan laut.
Pohon kelapa memberikan ke-unikan tersendiri dijadikan penghias taman. Daunya bisa memberikan keteduhan bagian bawahnya.sehingga membuat sejuk. Akarnya tidak terlalu merusak kedataran tanah. Saat taman ini dilihat dari kejauhan memberikan kesan ruang yang luas bagian bawah pohon yang berfungsi sebagai tempat santai. Semua itu mungkin karena pohon kelapa tidak beranting sebagaimana pohon-pohon lainnya. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KESIMPULAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI