BURAPHA UNIVERSITY
Pagi itu hari sabtu, minggu pertama saya menjadi
penghuni Asrama kampus yang memiliki corak warna telor bebek itu. Awalnya saya
dan teman-teman mencoba melakukan explorasi lingkungan Asrama saja, namun
lama-lama meluas sampai tak terukur gerak kami. Berjalan santai menyusuri
trotoar jalan kampus. Jalan-jalan yang menghubungkan lokasi satu kampus dengan
kampus yang lain. Maklum kami masih baru di kampus itu. Sementara hanya trotoar
saja yang berani kami lewati. Sambil sesekali mengambil gambar lokasi kelokan yang
dilintasi agar tidak bingung kembalinya. Tak terasa sudah hampir dua jam lebih
berjalan berkeliling, tapi masih belum tembus semuanya. Kami melihat semua
taman di halaman dan di kanan-kiri gedung tiap-tiap Fakultas. Semua tampak
tertata rapid an terawat.
Kami juga memperhatikan lalu lalang mahasiswa,
namun kami tidak sekalipun mencoba bertanya kepada mereka. Sepengetahuan kami, mereka
kebanyakkan tidak bisa berbahasa Inggris, karena dalam kurikulum mereka tidak
dipelajari bahasa Inggris. Entah mengapa bahasa Inggris tidak diajarkan disana.
Kami sampai sebuah di sebuah halte, kemudian kami duduk di sana, sesat kemudian
ada bus menurunkan mahasiswa, sebagian dari mahasiswa yang barusan turun, ada
beberapa yang berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dan sangat jelas pakai
logat Jakarta. Teman kami ada yang sempat mengajaknya bisacara salah satu dari
mereka, ternyata dia memang asli Jakarta. Dia sudah tiga tahun kuliah di
Burapha karena ayahnya bekerja di Thailand.
Kami juga sempat istrirahat disebuah taman. Kami
duduk-duduk di sebuah taman yang luas dan sejuk. Taman itu dipenuhi oleh
pohon-pohon kelapa yang cukup tinggi. Bagian dasar taman tersusun pavling blok
yang rapi. Mengesankan kampus ini memperhatikan aspek ramah lingkungan dalam
mempercantik taman. Taman itu kelihatan sangat terawat. Udaranya sangat sejuk
dan angin bertiup kecepatan sedang, mengisayaratkan lokasi ini dekat pantai.
Berlama-lama disana tidak membuat bosan. Pernah kepikiran bawa tenda dan bantal
sekalian baca-baca dan tiduran-tiduran disini. Tapi itu tak mungkin, keluhku.
Setelah beberapa waktu duduk-duduk santai di taman
“kelapa” kami bergerak kearah timur, ternyata diujung ketemu pintu gerbang
masuk utama kampus. Kamipun terus berlanjut jalan dan memutuskan keluar
gerbang. Disamping pintu gerbang terdapat dinding tembok dengan logo kampus dan
tulisan “Burapha University” sebagai pertanda akan memasuki lokasi kampus. Tak
menyiakan moment kamipun segera berfoto bareng disitu. Selesai berfoto-berfoto,
memutuskan tetap berjalan, namun kali ini mencoba lebih menjauh lagi
ekplorasinya. Kami berjalan menyusuri trotoar jalan diluar kampus. Saat melihat
jalan didepan pintu utama perasaan heran, mengapa jalan ini padat dan hampir ke
satu arah saja, sedangkan arah baliknya sepi? Eh …tenyata jarak 100 meter ada tempat Visata
pantai yang sangat menarik. Pantai Bangsaen namanya, karena terletak di kota
Bangsaen. Lalu-lalang pengguna seragam hitam putih banya sekalai. Sepertinya
menjadi tempat mahasiswa Burapha melepas penat setelah kuliah seharian. Belakangan
pantai ini sering menjadi tempat jalan-jalan kami setiap pingin cari angin keluar
Asrama.
Banyak kampus-kampus bagus di Indonesia yang pernah
saya kunjungi, namun saya belum pernah menjumpai tamannya dengan memanfaatkan
pohon kelapa sebagai penghiasnya. Kebanyakan kampus yang saya lihat di
Indonesia hanya pohon-pohon beranting yang besar-besar. Missal di kampus ITB, banyak
pohon tinggi menjulang tapi tidak ada satupun pohon kelapa di tamannya. Tapi
beda dengan kampus Burapha ini. Mungkin ini wajar karena kampus ini terbilang
dekat dengan laut.
Pohon kelapa memberikan ke-unikan tersendiri
dijadikan penghias taman. Daunya bisa memberikan keteduhan bagian bawahnya.sehingga
membuat sejuk. Akarnya tidak terlalu merusak kedataran tanah. Saat taman ini
dilihat dari kejauhan memberikan kesan ruang yang luas bagian bawah pohon yang
berfungsi sebagai tempat santai. Semua itu mungkin karena pohon kelapa tidak
beranting sebagaimana pohon-pohon lainnya.



Bagus
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus