*** Nasi Goreng Yang Mencurigakan ***


nasi goreng yang mencurigakanPerjalanan yang jauh dan melelahkan membuat masing masing kami kelaparan dan haus tak ketulungan. Mr “O” (panggilan untuk ketua asrama dar piha kampus yang kami tempati) menyediakan nasi goreng hangat untuk makan malam. Namun sebelum berangkat ke Thailand kami sudah tahu bahwa agama mayoritas di kampus yang kami kunjungi adalah agama Budha. Dan menu disana tidak lepas dari masakan daging “BB”, tentunya tida halal bagi kami yang muslim. Sehingga Nasgor yang disajikanpun kami curigai. Walaupun Mr “O” bilang dalam bahasa inggris,”it is halal food” tapi kami tetap saja tidak percaya hingga nasgor itupun tidak kami makan. Mungkin factor kami masih awam lingkungan sana dan kondisinya masih baru dating, nadanya masih selalu curiga. Ada teman yang menyarankan agar nasgor itu dibuang saja ditempat sampah agar kelihatan sudah dimakan habis. Ada juga yang menyarankan biarkan saja ditempat. Milik saya saya buang di tempat sampah. Karena saya masih curiga halal food yang dimaksud Mr “O” dengan halal yang saya maksud sangat benda. Akhirnya kitapun semua –khususnya sekamar dengan saya- menahan lapar sampai pagi. Kasihaaaaan.
Semalampun tidak bisa tidur nyenyak. Biasa tempat baru! Padahal paginya harus segera menghadiri pertemuan penyambutan oleh ketua Fakultas. Akhirnya pagi itupun masih dalam keadaan sangat mengantuk. Kami berjalan menuju ke kampus. Disana kami mendengarkan ceramah ketua Fakultas. Kenayakkan kami tidak memahami apa isi ceramahnya. Bahasa Inggris ketua Fakultas sangat sulit difahami. Kami tida biasa mendengar logat bahasa Inggris nya. Dengan berbisik, saya ungkapkan ke teman disamping, bahwa bahasanya susah dicerna. Tapi jawaban si teman,”kita saja yang persiapan bahasanya kurang,” jawabnya. Saya balas,“iya kali hehehe”. Nah! Tak lama ada sajian snack dan minum keluar. Bayangkan sejak malam nahan lapar dan haus sampai pagi, kemudian langsung pertemuan didepanya ada minuman dan snack, tak nunggu lama langsung sikat habis. Hampir hampir acara hanya berjalan tanpa mengetahui apa isinya.
Ketua Fakultas ceramah dan basi basi dari pemandu rombongan kami juga telah habis. Tampilah sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam ikatan mahasiswa muslim Burapha. Tampil untuk memperkenalkan diri dan memaparkan program kegiatan mereka. Nah, selanjutnya kondisinya agak lain. Kalau sebelumnya sangat nagantuk. Setelah yang tampil didepan mereka, keadaan jadi berubah. Teman-teman banyak yang gaduh dan berisik. Karena mereka rata-rata masih muda dan energik. Mungkin sengaja mereka oleh ketua Fakultas dipersiapkan untuk kami. Ketua fakultas memahami bahwa kami secara mayoritas muslim.
Satu persatu mereka memperkenalkan diri. Kira-kira ada dua puluh mahasiswa baik laki atau perempuan. Inilah yang bikin rame teman-teman. Percakapanpun menjadi spontan lancar dan penuh canda tawa. Entah apa yang bikin rame waktu itu karena saya duduk dibagian belakang. Yang penting rasa lapar sudah sedikit hilang. Belakangan diketahui, diruangan itulah selama sebulan perkuliahan dijalani. Di ruang seperti aula dengan luas sedang di lantai tingkat 3, ber AC, disebelahnya ada ruang untuk makan saat istirahat dan makan siang. Aneka menu dihidangkan. Ternyata Pihak kampus secara special menyiapkan  juru masak buat kami secara. Juru masak kami sepertinya dalam bentuk sebuah team masak muslim. Saya kenali dengan dari mereka ada seorang ibu – sepertinya ketua team – dia mengenakan baju muslim dan berkerudung.  Saying namanya saya lupa. Tapi yang jelas dia setiap hari yang menghidangkan masakan adalah mereka dan dengan menu yang berganti-ganti setiap harinya. Singkatnya setiap hari kondisi kekenyangan. Endingnya berat badan naik dratis. “Gawaat”, kata Ibu-ibu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BURAPHA UNIVERSITY

KESIMPULAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI