Anjing Bikin Spot Jantung 


Berangkat kuliah biasanya menjadi moment yang menyenangkan, moment penuh harapan dan kegembiraan. Sejak dari rumah sudah terbayang akan banyak bertemu teman-teman. Sudah berencana akan duduk dan berkelompok dengan teman-teman ditempat yang sudah biasa. Rencana itu banyak sekali. Termasuk akan segera ngobrol dan berdiskusi beberapa kesulitan kuliah yang tidak bisa kita selesaikan sendiri. Itulah gambaran suasana hati mahasiswa saat berangkat kuliah. Bukan hanya perkara kuliah yang dipikir namun perkara dengan teman lebih dominan. Dan semua terasa menyenangkan. Wajar orang bilang,”masa kuliah adalah masa yang menyenangkan”.
Tidak beda dengan keberangkatan saya kuliah menuju kampus. Hari pertama, hari kedua dan hari ketiga, berjalan normal dan menyenangkan. Berjalan sepanjang 400 meter dari asrama menuju kampus, sepanjang dilalui dengan senang dan banyak gelak tawa. Bersama teman satu rombongan selalu tidak sepi dari cerita satu dengan yang lain. Sambil berkomentar tentang apa yang dilihat sepanjang jalan, terkadang berhenti di trotoar sebentar, untuk mencari buah cery yang setiap hari ada buah yang memerah.

Sepanjang trotoar yang saya lintasi, terdapat sebagian trotoar yang dipayungi oleh daun-daun pohon taman yang bunganya berguguran. Trotoar itu tertutup taburan bunga bunga-bunga yang berguguran alami dipagi hari. Pemandangan pagi itu selalu memberik kesejukan. Namun kondisinya sedikit berbeda, setelah Dr Chalong meminta perkuliahan agak dimajukan sedikit agak pagi. Dari situlah masalah dimulai. Biasanya kuliah masuk jam 8, diajukan menjadi jam 7 pagi waktu thailand.

Maunya, tidak pingin terlambat menghadiri kuliah Dr Chalong. Saya dan rombongan berangkat pagi-pagi. Sampai di halaman kampus, nampaknya kegiatan kampus masih sepi. Wajar biasanya kegiatan kampus mulai jam 8. Setibanya masuk halaman pagar kampus, di balkon bawah gedung kampus,"Teacher Education" disambut kira-kira 6 anjing mendekat. Anjing itu tidak menunjukkan ‘kemaraham’, namun justru menunjukkan ‘persahabatan’, namun saya dan rombongan merasa sangat ketakutan yang amat sangat. Kami berusaha bergerombol dan saling berebut perlindungan satu sama lain, sambil bergegas menuju pintu Lift menuju lantai III.  Sampainya di dalam Lift gedung, dan kami sudah pencet tombol naik, salah satu anjing masih berusaha mendekat dan hampir masuk kedalam Lift. Kondisi menjadi ribut, bahkan ada yang menjerit. Ada yang ingin menendang anjing itu tapi dicegah yang lain. Ada yang buru-buru memencet tombol Lift lagi Akhirnya anjing itupun kalah cepat dengan bergesernya pintu Lift menutup. Merasa lega semuanya. Alhamdulillah. “Ujian pagi yang tidak terduga sebelumnya”, kata salah seorang teman.

Ini sebagian masalah di Burapha, selain urusan makan yg sulit mencari menu halal, jumlah anjing di kampus banyak sekali. Berkeliaran disetiap tempat. Cuma anjingnya bukan anjing galak. Tapi kita semua tetap takut didekatinya. Bagi kami tersentuh liur anjing bisa najis kulit dan baju kami.

Anjing disana sengaja dipelihara. Ada petugas khusus yang memelihara. Ada wadah makanan anjing di beberapa beberapa tempat. Pada jam tertentu anjing akan mendapatkan makanan dari seorang petugas. Ada yang di pinggir jalan ada yang di samping gedung, ada yang di bawah pohon taman dan ada di beberapa sudut jalan-jalan kampus.

Setelah mengalami beberapakali masalah dengan hewan yang satu itu, kini telah menemukan beberapa tips untuk menghindar dari gangguan anjing. Ada tips dikit untuk aman dari hewan najis ini. Pertama, jangan bergerak spontan, bila sedang pada jarak dekat. Bergerak spontan bisa memicu perhatian hewan ini. Jika sampai dia kaget dan memperhatikan kita bisa-bisa dia akan mendekat.

Kedua. Tidak menyimpan gorengan dalam tas atau dikantong saat pergi kuliah. Anjing pasti akan mencium aroma gorengan bawaan bawaan kita. Penciuman anjing sangat peka terhadap makanan yang berlemak atau daging. Anjing akan bergerak membututi kita jika dia mencium aroma dari kita, dan itu akan sangat menganggu dan menakutkan. Sekali mendekat akan sulit menghindar kecuali kita memberikan apa yang dia minta.

 Ketiga. Ttap waspada jangan pernah lari atau melangkah pagar. Jika kita berjalan tidak pada tempatnya maka anjing akan menyalak. Saya pernah sepulang belanja di Seven Eleven Market belakang asrama putri, saya mencoba melangkah sebuah tali pembatas belah dua jalan di pintu masuk gerbang bagian samping kampus. Seketika itu juga anjing yang melihat saya, langsung menyalak dan berusaha mendekat. Jantung ini rasanya mau copot ketika itu. sponta saya menyadari kesalahan saya, saya lansung saja berbalik langkah membatalkan melintasi tali itu. Anjingpun diam tak menyalak lagi. Alhamdulillah selamat. Dalam keadaan kaki masih gemetar. Saya meneruskan jalan lurus kearah Dormitory.  Sambil melirik-lirik si anjing galak itu, saya terus ngeloyor pergi ke arah Dormitory (Wahyu.Sains, Fb. 2013)

Setelah beberapa hari disana, dan sudah kenal dengan hewan karnivora itu. Saya mulai belajar dari kebiasaan. Agar bisa selamat dari ganguan anjing. Biarpun begitu masih saja anjing-anjing dikampus membuat saya kaget, tak kepalang. Ceritanya begini, malam bada shoalat magrib, saya belanja di Seven Eleven market. Tidak butuh waktu lama pilihan belanja sudah ketemu dan selesai dibayar di kasir. Saya langsung menuju pintu keluar, tanpa saya sadari kaki saya hampir menginjak anjing yang sedang tidur di depan pintu bagian luar. Alangkah kagetnya waktu itu, hampir saja saya berteriak. Alhamdulillah anjing itupun tidak kaget dan tidak terganggu. Dia tetap tidur pulas di depan pintu seven-eleven. Saya langsung berjalan cepat ke arah pulang. Menyusuri jalan gang belakang asrama yang ramai pejalan kaki. Sambil menahan pengaruh kaget yang tidak segera hilang, saya terus melanjutkan jalan kaki.

Sejak saat itu, saya senantiasa was-was keluar masuk seven-eleven. Berharap, kejadian itu tidak terulang lagi. Kejadian itu telah meninggalkan bekas trauma. Teror anjing menambah beban pikiran setiapkali berencana keluar asrama. Lebih baik ngendon di asrama saja dari pada keluar tidak ada perlunya. Kalaupun akan keluar, harus bareng-bareng dengan teman yang lain. Saya teringan sebuah peibahasa, harimau hanya akan menerkan seekor domba yang keluar dari rombongannya. Peribahasa itu amatlah tepat untuk saya pada saat itu, oleh karena itu saya senantiasa bersama dengan teman kala akan keluar asrama atau akan jalan mencari kebutuhan di seven eleven dan mencari selen-eleven terdekat. Ya Allah lindungilah kami dari segala kesulitan dan kejahatan makluk-makluk-Mu yang jahat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BURAPHA UNIVERSITY

KESIMPULAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI