Asmanee Mayeng
Pingin banget keliling ke banyak tempat. Pingin ke kota Bangkok, ke Pantai Bangsaen, ke Cat tu Cak market dan ke Car Free Day. Kabarnya tempat itu menarik untuk dikunjungi. Thailand punya banyak tempat populer di media massa dan di dunia maya. Pergi ke Bangkok tanpa ada kawatir tersesat. Pingin berkunjung di Mall, bisa menawar tanpa takut salah harga. Membeli barang elektronik, tidak keliru dengan produk KW. Bisa lebih banyak berkomunikasi dengan penjual di pasar. Kehadiran seorang guide dalam destinasi di Negeri Gajah Putih itu sangat diperlukan. Namun, perbedaan bahasa menjadi kendala mewujudkan impian itu semua.
Alhamdulillah, ada Asmanee Mayeng, siapa Asmanee Mayeng?
Dia salah satu mahasiswi seorang muslimah. Kuliah pada jurusan administrasi
pemerintahan, fakultas ilmu politik di kampus Burapha University. Dia memahami
kesulitan saya saat itu. Dia bersedia dan menawarkan diri membantu mengantar pergi ke luar kota atau sekedar belanja di Maal terdekat. Alhamdulillah
ada solusi.
Kami saling kenal saat acara serimonial
penyambutan. Kepala jurusan Sains, Mr Montree, menyambut kedatangan kami secara
serimonial. Dia memberikan sambutan untuk menerima kedatangan kami di kampus Burapha
university. Sekaligus memberikan arahan, bagaimana menjalani kuliah di
Thailand. Mengenalkan kondisi kampus, khususnya fakultas ilmu pendidikan tempat
kami kuliah. Harapan dari Mr Montree, mahasiswa Indonesia bisa belajar dengan
baik selama di Thailand dan menikmati hidup selama disana. Dia menegaskan, pihak
kampus siap memberikan fasilitas apa saja untuk membantu memenuhi kebutuhan
selama kuliah. Termasuk kebutuhan belajar, kebutuhan hiburan dan rekreasi.
Tidak terkecuali masalah kenyakinan, pihak kampus juga
memperhatikan masalah kenyakinan. Memperhatikan kami sebagai umat islam. Mr
Montree meminta muslim Club agar ikut terlibat dalam penyambutan kedatangan
kami. Para aktivis Muslim Club menyampaikan, bahwa mereka bersedia membantu dan
bekerjasama dengan kami selama menempuh kuliah kampus Burapha. Serta membuka
diri dalam memfasilitasi kegiatan keagamaan kami selama bermukim di asrama.
Menyediakan fasilitas shalat jumat. Dan mengkomunikasikan kebutuhan tentang
masalah yang menyangkut pemenuhan kegiatan peribadatan seorang muslim. Melalui muslim club, pihak kampus berharap
mahasiswa unesa betah kuliah di Burapha, tanpa ada kendala masalah yang terkait
pelaksanaan ibadah.
Sambutan aktivis Muslim Club itu, memberikan banyak
kemudahan. Paling tidak memberikan rasa, bahwa ada teman muslim dalam
lingkungan kampus. Muslim Club menawarkan kepada kami, menjadi guide saat jalan
untuk belanja, atau keliling kota Bangkok. Jika akan mengunjungi tempat wisata,
bisa minta bantuan ke salah satu aktivis Muslim Club. Untuk sekedar mendampingi
jalan-jalan berbelanja di pasar atau di Mall. Asmanee salah satunya, aktivis Muslim
Club yang aktif mendampingi kami. Berkat jasa Asmanee kami banyak mendapatkan
kemudahan. Mudah mencari keperluan kuliah selama di kampus, mudah mencari
warung halal. Asmanee siap memandu dan
meluangkan waktu kemanapun kami pergi. Syaratnya tidak kress dengan
jadwal kuliah.
Kami semua sudah kenal Asmanee. Asmanee kala itu semester
tiga, artinya masih banyak waktu untuk dimintai bantuan. Sekedar menemani
berbelanja ke kota. Tujuannya, agar kami bisa dengan mudah mencari lokasi yang
menjual kebutuhan kami, kemudian pulang tanpa tersesat.
Perkenalan dengan Asmanee menjadi solusi, menambah
persahabatan, mewujudkan rasa persaudaraan se-iman. Mulai saat itu mbak
Asmanee, banyak dikenal oleh teman-teman
dari Surabaya. Siapun mengenalnya, karena jasanya baiknya. Keramhannya dan
ringan kaki dalam membantu siapa saja yang minta bantuan.
Asmanee selalu energic, selalu tampak semangat,
dan peduli. Siapa yang kelihatan ada kesulitan, dia dengan ringan membantu. Sifatnya
yang peduli dan ringan kaki menjadikan siapa saja yang dekat akan merasa
terbantu masalahnya. Tidak tampak rasa menyesal kala dimintai bantuan, justru
selalu menampakkan kegembiraan. Asmaanee menampakan rasa senang tiap kali diminta
oleh ibu-ibu mendampingi ke taman wisata.
Tiapkali
dalam acara keluar belanja di pasar. Dia berjalan didepan, menjadi penunjuk
jalan. di lorong-lorong pasar, di lorong rak-rak Mall atau di saat menyusuri
jalan. Rasanya tidak ingin
ditinggalkan oleh Asmani dan tidak ingin kehilangan pandangan Asmanie. Sedikit lengah kami bisa tersesat. Dia
memandu kami dengan jalannya yang kencang. Dipasar-pasar, di Mall-mall, dia
selalu berjalan cepat. Pernah beberapa kali asmanee hilang dari pandangan, begitu lenyap tak terlihat kita kebingungan
dan khawatir tak bisa kembali lagi. Syukur dia langsung mencari kembali
posisi kami.
Asmanie selalu mengantar dan
menemani kemana kita pergi dengan sangat ringan. Wajahnya
yang khas melayu, selalu tampak ceria,
tidak menunjukkan rasa capek atau kesal menghantarkan kemana mau kita pergi. Asmanie akan memandu selalu. Trimakasih Asmanie. Kau
menjiwai karakter Muslimah sejati, menampilkan persaudaraan sejati bagi kami. Mengajari kami ke tulusan dalam persaudaraan sesama muslim.
Asmanee
menempati asrama putri, bersama dengan mahasiswa Burapha yang lain. Begitu
pula, teman kami satu rombongan dari Surabaya. Mereka bisa berbincang setiap
saat. Mudah saling ketemu untuk janjian pergi belanja, atau sekedar jalan-jalan
pagi olahraga. Mereka gampang akrab karena tinggal satu asrama.
Asmanee
adalah satu dari mahasiswa muslimah yang kuliah di Burapha. Kampus yang
mayoritas penganut Budha. Tidak banyak mahasiswa muslim disana. Porsinya tidak
lebih dari 2 persen dari jumlah mahasisa keseluruhan. Asmanee kuliah dengan
biaya beasiswa dari pemerintah Thailand. Dia menguasai bahasa melayu dan bahasa
Thai. Sehingga itu yang memudahkan kami bergaul dengan dia.
Dia berasal
dari Thailand selatan. Perjalanan ditempuh dalam sehari penuh untuk pulang
kampung dengan naik kereta api. Anak pertama dari dua bersaudara. Dikampung tinggal
dirumah hanya bersama ibunya dan adiknya. Selama kuliah, tidak pernah
melibatkan uang dari rumah, cukup dengan uang beasiswa pemerintah. Dia satu
dari sepuluh penduduk muslim thailand selatan yang bisa kuliah di kota Bangsaen
provinsi Conburi dengan beasiswa dari pemerintah pusat. Asmanee merasa selama
kuliah tidak ada perlakuan diskriminasi dari lingkungan dan pihak kampus. Dan
dia menikmati studinya.
Setelah berlalu
hampir sebulan, kami menyadari kepulangan semakin dekat, tanggal kuplangan 3 Novemver
2013. Ada rasa akan segera berpisah dengan semua teman muslim club. Tidak akan
ketemu lagi dengan Asmanee nantinya. Padahal perjumpaan itu baru di mulai. Baru
saja kami saling akrab, laksana teman lama. Teman-teman yang selama ini bersama
asmanee, mencari solusi. Mereka seperti kebingungan, ada perasaan tidak
menentu. Setiapkali berjumpa dengan teman yang lain, mereka ajak bicara. Mereka
ungkapkan perasaannya tentang Asmanee. Mereka ajak berdiskusi setiap ada
kesempatan berkumpul. Akhirnya, muncullah ide untuk mengajak Asmanee ikut ke Surabaya.
Kepusan mengerucut satu ide. Kita sepakat mengajak Asmanee ke Surabaya. Semua biaya
akan ditanggung bersama. Alhamdulillah, ada sekitar delapan teman yang
tergabung dalam ide itu. Masing-masing dari kami bersedia dengan keterlibatan
sukarela.

Komentar
Posting Komentar