Surabaya! I'm Coming
Sebuah keputusan
yang tidak terduga dan sulit dipercaya. Sebuah gagasan yang tidak masuk akal.
Tapi kami berani mengambilnya. Dorongan kuat kami adalah pingin membalas
kebaikan Asmanee selama ini. Kami tidak berfikir yang rumit-rumit. Kepusan itu
adalah,”Asmanee kami ajak ke surabaya”. Walaupun konsekuensinya sangat berat,
rumit dan beresiko. Asmanee harus diajak ke Surabaya. Harapan kami, Asmanee
bisa senang dan menerima kebaikan setimpal dari kami. Sebagaiman kebaikan yang
telah dilakukan kepada kami tanpa pamrih sedikitpun, selama menyambut kami di
Thailand.
Tidak
banyak yang mengetahui kepusan ini, karena tidak banyak teman yang respek
dengan ide ini, saat ditawarkan. Mereka semua menanggapi baik atas ide ini,
namun tidak bisa bertindak lebih. Semua itu tidak masalah. Tergantung hati
masing-masing. Tidak ada yang perlu di kesalkan, tidak ada yang perlu diprihatinkan.
Terserah keputusan masing-masing. Tidak masalah dengan sikap yang berbeda dalam
urusan ini. Masing-masing punya rasa dan pertimbangan yang berbeda.
Mengajak
pulang Asmanee ke Surabaya, artinya mengajak dia pergi keluar negeri. Akankah
dia akan bersedia? Itu masalah selanjutnya. Sebelum menawarkan kepada Asmanee,
pertanyaan itu sering muncul dalam hati, dan tidak pernah terjawab. Justru
semakin hari semakin bertambah pertanyaan susulan dalam batin ini. Akankah dia
berani pulang sendiri nantinya jika telah sampai di Surabaya? Dan masih banyak
lagi pertanyaan yang muncul. Semua pertanyaan itu masuk dalam diskusi
selanjutnya diantara kami ber-delapan.
Berkaca
pada diri pribadi. Untuk pergi ke luar negeri, tidak pernah terbayangkan
sebelumnya. Berangan-anganpun tidak pernah. Terlintas sedikitpun tidak pernah
dalam pikiran ini. Bagi kami, keluar negeri hanya untuk orang kaya, pejabat,
atau turis asing saja yang bisa. Karena pasti membutuhkan biaya yang mahal. Proses
yang rumit. Wawasan perjalanan yang
memadahi. Tidak semua orang bisa melakukan. Pergi keluar negeri tidak seperti
pergi ke kota lain. Apalagi merasa tidak ada urusan sedikitpun, apalagi hanya
sekedar jala-jalan. Semua itu tidak pernah terbersit dalan benak ini. Apalagi orang
kampung seperti ini. Kalau sekarang
sukses keluar negeri, semua karena kebetulan. Tak terduga sebelumnya. Rezeki
dari Allah semata. Melalui program kampus Unesa.
Pada
saatnya balik pulang ke Thailand nanti, akankah Asmanee bisa menyelesaikan administrasi
di bandara, tanpa kami dampingi? Bukankah pergi ke luar negeri tidak sedikit
persiapannya?. Indonesia-Thailand jarak yang tidak dekat, budaya yang beda,
administrasi yang rumit, iklim setempat yang belum tentu cocok, selera makan
yang lain, dsb. Semua keresahan dan pertanyaan itu berakhir, setelah kami
sepakat mencoba ditanyakan langsung ke Asmanee. Diluar dugaan, Asmanee bersedia
dan gembira. Dia bahkan merasa PeDe, saat kami tanya tentang keberaniannya ke
Luar Negeri. Jelaslah semuanya. Selanjutnya memulai proses persiapan. Menginventaris
kebutuhan awal perjalanan.
Syarat
utama Asmanee bisa kami ajak ke Indonesia adalah dia harus minta ijin orangtuanya.
Ijin orangtua menjadi kunci semua planing selama ini. Jika tanpa ijin,
kawan-kawan tidak akan pernah berani
melanjutkan rencana. Jika telah dapat ijin orangtuanya, secepatnya mengurus
paspor. Semua biaya pengurusan pasport kami siapkan.
Ternyata,
mengurus paspor di Thailand, tidak seperti yang saya bayangkan, seperti di
Indonesia. Asmanee berangkat pagi pulang sore sudah dapat Pasport. Dia bercerita
kepada saya, “syarat membuat pasport, cukup menyerahkan kartu chip penduduk
asli, ditunggu beberapa detik kartu chip akan dikembalikan dan kita boleh
nunggu sebentar pasport akan segera tercetak”. Jadi, tidak ada satu lembarpun
menyerahkan salinan foto copi dokumen
Asmanee telah
memegang pasport. Langkah selanjutnya adalah memesan tiket. Pesan tiket pesawat
diurus oleh teman ibu-ibu. Pesawat yang dipilih maskapai penerbangan Air Asia,
menyesuaikan maskapai yang kami tumpangi, pada tanggal dan jam yang sama
seperti keberangkatan kami. Agar dia satu penerbangan dengan kami. Pada waktu
yang telah dijadwalkan, Asmanee terbang ke Indonesia bersama kami.

Komentar
Posting Komentar