SAHABAT SEJATI

 Menjadi Sahabat Sejati

Kata sahabat telah familiar di telinga kita. Bahkan kita pun sering mengucapkan. Namun apakah kita sudah mengerti arti sebenarnya kata sahabat?, “Seperti apa sahabat sejati itu? Silahkan simak pembahasan dalam tulisan di bawah ini!.

Manusia dikatakan sebagai makluk sosial, karena tidak bisa hidup sendiri. Ia membutuhkan peran orang lain dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan hidupnya.

Kala anak  masih kecil, Ia membutuhkan peran Ibu dan Bapak dalam tumbuh dan berkembangnya. Anak kecil masih butuh disuapi, di pakaikan baju dan dijaga dari kondisi yang membahayakan dirinya.

Setelah dewasa pun manusia masih membutuhkan orang lain dalam memenuhi keinginan dan kebutuhanya. Ia butuh orang lain yang membantu memecahkan masalah yang sedang dihadapinya, sebagaimana seorang siswa butuh guru untuk mengajari kesulitan mengerjakan matematika. Ia butuh pula lawan bicara, menyampaikan pendapat kepada orang lain, dan butuh pihak yang mendukung pendapatnya.

Kehadiran orang lain dalam kehidupan manusia, menuntut hanya orang yang bisa dipercaya saja. Manusia hanya menghendaki orang yang hadir memberikan solusi, bukan yang mendatangkan masalah. Ia butuh orang yang memberikan keuntungan, bukan kerugian. Begitulah tabiat manusia.

Di sisi lain, realitas masalah manusia beraneka macam, sangat banyak, baik masalah dengan skala kecil ataupun besar, begitu pula solusinya sangat beragam pula. Oleh karena itu tiap-tiap diri manusia memiliki masalah yang berbeda dan membutuhkan solusi yang berbeda-beda pula. Selain itu, manusia butuh orang yang datang kepadanya yang cocok dan bisa dipercaya. Ia butuh sahabat sejati.

Terkadang sesorang mempunyai masalah, kemudian datang orang lain berniat memberinya solusi namun oleh karena suatu hal lain, tidak cocok dengan dirinya (pemilik masalah) maka seseorang itu pun ditolaknya.

Seandainya orang yang datang sudah cocok, membawa solusi, namun tidak bisa dipercaya maka tidak akan terjalin kerjasama. Apabila seseorang telah cocok, membawa solusi, dan bisa dipercaya dan saling menghendaki maka akan terjalin kerjasama. Mereka akan bisa bersahabat.

 

Arti Sahabat

Kata sahabat menurut kamus KBI online (https://kbbi.web.id/sahabat) memiliki arti kawan, teman, handai. Jika saya mengatakan, “engkau sahabatku” menurut arti bahasa sama dengan engkau temanku.

Arti sahabat menurut Fatchiah E. Kertamuda, Dosen Psikologi Universitas Paramadina adalah:

Istilah persahabatan atau pertemanan merupakan istilah yang menunjukkan perilaku kerja sama yang saling mendukung antara dua atau lebih orang. Dari istilah tersebut diketahui bahwa persahabatan memiliki arti yang luas dimana perilaku yang ditunjukkan tentunya akan beragam, dapat berupa aktivitas, kegiatan dalam perilaku yang saling menolong dan mendukung satu sama lainnya”.

Berbeda dengan arti sahabat secara bahasa, kata sahabat memiliki arti secara istilah. Sebagaimana yang dituliskan oleh Yulita (2012), arti sahabat adalah seseorang yang selalu ada ketika kita ingin berbagi cerita serta memberi perhatian ketika kita membutuhkan.

Arti sahabat secara istilah dalam tinjauan Islam memiliki arti tersendiri. Mengacu pada istilah sahabat yang digunakan oleh nabi Muhammad saw. Bahwasannya sahabat nabi adalah orang islam yang hidup pada masa nabi masih hidup dan bersama nabi minimal dua tahun atau pernah bersama nabi ikut dalam peperangan.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat di buat sebuah pengertian secara umum. Sahabat adalah teman saling menghendaki kehadiranya, yang sudah lama bergaul dengan kita, bisa diprcaya, saling membantu dalam urusan dunia dan akherat.

Arti sahabat sejak dulu dan sampai sekarang tidak banyak perubahan, namun yang berubah adalah pemaknaan dalam realitas kehidupan.

 

Syarat Menjadi Sahabat.

Dua orang untuk bisa menjadi sahabat paling tidak dibutuhkan 4 hal. Mereka harus bisa bekerjasama, bergaul akrab dan saling membantu, saling menguatkan dalam menghadapi masalah, meringankan kebutuhan dan keinginan satu dengan yang lain.

 

Peran Sahabat

Hadirnya sahabat dapat mempenringan rekanya dalam mengatasi masalah yang dimilikinya. Semakin banyak sahabat akan semakin baik. Seorang sahabat bisa menjadi jalan kesuksesan rekannya. Persahabatan saling menutupi kekurangan masing-masing rekannya. Tak jarang seorang sahabat menjadi tumpuan hidup seseorang.

Dalam rentang sejarah, perjuangan berat baginda nabi Muhammad memerlukan sahabat yang banyak dalam meneggakan kehidupan islam di muka bumi.

Secara umum, peran sahabat untuk membantu, teman berdiskusi dan teman meminta pertimbangan dalam memutuskan masalah. Baik masalah dirinya atau masalah yang menjadi tanggungjawabnya.

 Menjadi Sahabat Sejati

Sahabat sejati adalah sahabat yang mengajak kita kepada kebaikan dunia dan akherat. Peranya sangat mulia. Seorang sahabat sejati akan saling berpesan kebaikan kepada sahabat yang lain. Tidak rela sahabatnya terjerumus dalam jurang keburukan. Sehingga Ia rela berkorban demi menyelamatkan sahabatnya yang lain.

            Sahabat tidak absen dalam mendukung rekannya untuk menggapai kehidupan yang lebih baik. Baik kehidupan dunia ataupun kehidupan di akherat nanti.  Dia akan saling mendoakan satu dengan yang lain dalam kebaikan.

Mereka akan saling mengunjungi walaupun dalam keadaan senang atau susah. Menanyakan kabar dan mendoakan sahabatnya. Apalagi sedang sakit dan membutuhkan bantuan. Persahabatan dua orang akan menjadi kebaikan bagi dirinya dan rekannya. Masalah yang berat akan terasa ringan dengan adanya sahabat.

Dalam khasanah Islam, terdapat sebuah riwayat, apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat yang selalu bersama mereka dahulu di dunia, maka bertanyalah tentang sahabat-sahabat itu kepada Allah SWT.

“Ya Robb kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia sholat bersama dengan kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami.''  Maka Allah berfirman, ''Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar zarah.'' (HR Ibnul Mubarak, dalam kitab Az Zuhd dalam Nasrullah. Nashih. 2020 republika.co.id).

 Anjuran Mencari Sahabat Sejati

Rasulullah SAW pernah bersabda, dari Abu Musa ra berkata, ''Perumpamaan kawan yang baik dan yang jelek bagaikan pembawa misik (minyak wangi) dengan peniup api tukang besi, maka yang membawa misik adakalanya memberimu atau engkau membeli padanya, atau mendapat bau harum daripadanya. Adapun peniup api tukang besi, jika tidak membakar bajumu atau engkau mendapat bau yang busuk dari padanya.'' (HR Bukhari dan Muslim).

 

Menjaga Sahabat Sejati

Sementara  Imam Syafi'i berkata, "Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah, maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskan. Karena mencari teman baik itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali.

 

Anjuran Memperbanyak Sahabat Sejati

Al Hasan Al Bashri berkata, "Perbanyaklah sahabat-sahabat mukminmu, karena mereka memiliki syafaat pada hari kiamat.'' Sementara Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada sahabat-sahabatnya sambil menangis, ''Jika kalian tidak menemukan aku di surga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Allah tentang aku, 'Wahai Rabb kami, hamba-Mu fulan sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang Engkau. Maka masukanlah dia bersama kami di surga-Mu.'' []

 

 

             

Bahan bacaan

-          Yulita. Ika, “Arti Persahabatan” Republika. Co.id, Senin 11 Jun 2012 20:31 WIB

Link: https://republika.co.id/berita/rol-to-campus/uin-syarif-hidayatullah/12/06/11/m5gg8w-arti-persahabatan

-          Fatchiah E. Kertamuda, Dosen Psikologi Universitas Paramadina , Generasi Milenial dan Persahabatan, Bisnis.com, 18 Maret 2018  |  19:05 WIB

Link: https://lifestyle.bisnis.com/read/20180318/50/751280/generasi-milenial-dan-persahabatan

-          Nasrullah. Nashih. 2020, Sahabat Sahabat yabg Akan Mengantarkan ke Surga”, republika.co.id, Jumat 20 Mar 2020 07:35 WIB

Link : https://republika.co.id/berita/q7gu7w320/sahabatsahabat-yang-akan-mengantarkan-kita-ke-surga

-          Kompas.com, Manusia sebagai Makhluk Sosial dan Cirinya, Kompas.com, 07/07/2020, 12:30 WIB

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BURAPHA UNIVERSITY

KESIMPULAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI