Belanja di Marko


Siapa yang tak suka jalan-jalan ke Mall? Terus terang saya sangat suka! Jalan-jalan ke Mall bukan melulu niat belanja seperti emak-emak, tapi ada tujuan lain. Salah satu tujuannya adalah mengenali produk keluaran terbaru; Semisal HP, Laptop, buku atau pakaian. Sering saya hanya melihat-lihat baju dengan branded yang lagi viral. Membaca buku di rak-rak toko. Ya Cuma itu saja, ndak beli! Belanjanya, kadang-kadang saja. Pokoknya senang ke Mall. Tapi itu dulu, bukan sekarang. Tepatnya pas masih mahasiswa. Nah pas lagi kuliah di Thailand kebiasaan itu kembali tumbuh.  Tapi semua karena terpaksa atau karena kondisi. Pas ada teman yang akan berangkat ke Mall, saya ikutan berangkat, karena di kos sepi sendiri. Didalam kamar yang kelihatan tumpukan buku, kertas, dan lembaran tugas. Tengok kanan-tengok kekiri full tumpukan tugas. Jadi keluar untuk sekerdar refreshing, iseng nemani teman belanja yang mau belanja. Siapa tahu ada traktiran. Gitu looh ceritanya! 

Menurut ilmu sosial, manusia adalah makluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Pingin bersama-sama dengan yang lain. Makanya manusia akan merasa sepi jika terus menerus sendiri. Sehingga pingin cari teman. Begitu juga manusia akan merasa bosan jika kegiatannya monoton alias itu-itu saja. Sehingga manusia butuh perubahan secara berkala, kadang pingin berganti suasana untuk menghindari rasa bosan. Itulah fitrah setiap manusia baik laki-laki atau perempuan. Fitroh manusia ada pada diri manusia sejak dia dilahirkan. Selanjutnya manusia sebagai makluk yang punya akal, harus mampu mengelola dengan baik bagaimana fitroh dalam dirinya. Disaat fitrah itu muncul, disaat itulah akal harus mengiringinya, disaat rasa sepi muncul, disaat itu pula akal wajib mengiringinya. Agar pemenuhan rasa sepi dan rasa bosan melahirkan solusi yang terbaik dan manusiawi. Akhirnya membawa kebahagian dan menjaga kehormatan mansuia hidup didunia ini.

Setelah sering jalan ke Mall, dikit-dikit ada keperluan larinya ke Mall. Sepertinya Mall menawarkan semuanya. Ada kebutuhan tulis menulis, fashion, kebutuhan makan, pakaian, dan sebagainya. Keinginan mengunjungi semua Mall kota terdekat hampir muncul setiap hari. Banyak Mall besar yang kabarnya menarik untuk dikunjungi. Marco merupakan perpaduan Swalayan dan Grosir. Kata seorang teman asik juga. Terletak kurang lebih 8 km dari kampus arah tenggara, bisa ditempuh dalam waktu 14 menit menggunakan tuk-tuk. Kita akan langsung diantar sampai halaman parkir Marko. Cukup membayar 25 bath satu orang kita bisa sampai ditempat.

Marko beralamat di jalan raya Sukhumvit, Samet, Conburi District, Comburi 2000 Thailand. Alamat itu saya tidak begitu faham apa maksudnya, yang jelas, untuk sampai kesana naik Tuk-tuk. Mencari tuk-tuk bisa di depan Mall Laemtong. Kita cukup berhenti didepan Mall Laemtong nanti akan banyak sopir tuk-tuk yang akan menawari. Perlu dingingat, jika akan ke Marko, arah mobil yang kita tumpangi membelakangi jembatan penyeberangan. Namun jika kembalinya dari Marko kita bisa turun di depan Laemtong dari arah yang berlawan saat berangkat. Di marko kita bisa belanja kebutuhan dapur apa saja, dengan harga sedikit lebih murah. Bahkan bisa dikatakan semua kebutuhan kita tersedia marko. Sangat menarik.

Jika berniat belanja di Marko, harus terlebih dulu menyiapkan kantong atau tas dari rumah. Marko tidak menyediakan kantong untuk membawa barang bawaan. Kita beli baju, akan dapat hanya baju. Kita beli sayur, kita hanya dikasih sayur, pada saat sayur telah kita bayar di kasir. Kasir tidak menyediakan kantong kresek. Tidak seperti saat kita belanja di Matahari atau di Ramayana Surabaya. Mall di tanah air saat itu, pembeli disediakan kantong plastic saat selesai bayar dikasir.

Pemerintah Thailand telah melarang super market menyediakan kantong plastik atau kantong yang lainya. Kebijakan ini sedikit merepotkan pembeli dan menguntungkan pengusaha. Seorang pembeli yang lupa membawa kantong atau tas sendiri, akan kerepotan membawa barang bawaannya. Saya dan beberapa teman, pernah punya pengalaman belanja di marko. Kami tidak menyadari harus membawa kantong plastik senidiri. Kami tidak mengetahui aturan belanja di Marko, bahwa pembelaja harus bawa kantong sendiri. Kaget setelah belajaan dihitung di meja kasir, setelah kami bayar, pihak kasir langsung meminta segera mengambil barang bawaan belanjaan. Padahal belajaan kami jumlah cukup banyak. Belanjaan kami diantaranya mie instan, sambal saos botol, kecap botol, bumbu instan, sosis, naget, dan masih banyak yang lain. Belanjaan yang sulit dibawa dengan di tangan. Maklum, belanjaan khas anak kos-kosan. Akhirnya segera menyadari tidak ada solusi lain kecuali harus melepas jaket, dan dijadikan kantong barang belanjaan. Kami, kelihatan agak lucu di depan kerumunan penjual yang lain. Kamipun harus menahan rasa begitu malu.

Kami keluar Mall dengan menenteng bawaan dengan kerepotan. Volume bawaan kami cukup besar. Isinya kebanyakan dipenuhi dengan Mie Instan. Maklum anak kos. Kami malu dibilang pengemis. Padahal tidak ada yang memperhatikan juga. Hanya perasaan kami saja. Kami berfikir mencari kantong palstik, namun tidak ketemu. Toh dimana juga mau car plastik kresek, la wong dari halaman Marko jauh dari pertokoan yang lain. Belanjaan akhirnya sampai di asrama dalam kondisi dilipat jaket. Paraah.

Marko Grosir menyediakan kebutuhan belanja grosir bagi warung, toko, usaha pribadi maupun kebutuhan sehari-hari. Marko menyediakan beragam jenis produk, mulai dari makanan, minuman, kebutuhan rumah tangga, bahan masak, kesehatan, serta perlengkapan ibu dan anak. Setiap hari disediakan berbagai promo untuk mendapatkan harga terbaik. Begitu kita masuk Marko seakan apa yang dipajang disana menjadi kebutuhan kita semua. Rasa ingin membeli sangat besar. Mengingat barangnya bagus-bagus. Jika kita tidak mampu mengendalikan keinginan sesaat akan menghabiskan dana di kantong.

Jarak lokasi Marko yang cukup jauh bagi kami membutuhkan persiapan tersendiri untuk mengunjunginya. Kami tidak mungkin sendiri, mengingat wilayahnya masih kurang kami kuasai. Untuk kesana membutuhkan beberapa teman yang siap berangkat. Paling tidak janjian dulu dengan yang lain. Kalaupun tidak beli terkadang hanya ikutan yang lain karena perjalanan kesana kita bisa lihat-lihat pemandangan daerah yang dilewati. Bisa jadi kesana hanya sekedar jalan-jalan dan duduk saja. Itu sudah menjadi hiburan tersendiri. Didalam Mall ada lokasi yang digunakan sebagai tempat pertunjukkan kesenian daerah, group musik dan pertunjukkan ketrampilan seni bela diri atau sirkus.

Halaman parkir Marko yang sangat luas menyulitkan bagi pejalan kaki. Pejalan kaki harus jalan diantara mobil-mobil yang berjejer dan terkadang sangat sempit. Bila hujan kita harus siap payung untuk sampai pada pintu masuk. Karena jarak antara tempat penurunan penumpang dengan pintu masuk cukup jauh dan tidak ada atap yang menaunginya. Juga kalau pas lagi panas, melintasi parkiran akan terasa lebih panas daripada suhu sebenarnya, karena patulan cahaya dari dinding-dinding body mobil sangat terasa dan menyilaukan mata. Nah itu kalo mo belanja di Marko!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KESIMPULAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI