Car Free Day
Ternyata moment
satu hari ada jalan bebas kendaraan terdapat juga di thailand. Entah negara
mana yang mengawali tradisi itu. Lebih tepatnya moment itu disebut hari bebas
kendaraan bermotor. Pada hari tertentu ada satu ruas jalan yang ditutup agar
tidak dilewati oleh pengendara motor. Tujuannya untuk mensosialisasikan kepada
masyarakat aksi mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan bermotor harus
dilakukan. Para aktivis lingkungan telah menjadi penggerak tradisi yang
demikian. Bersamaan dengan tidak adanya motor yang lewat, jalan berganti pasar
kaget karena dipenuhi oleh para pedagang, namun ada juga masyarakat
memanfaatkan untuk senam pagi atau sore. Sebenarnya penetapan jalan ditutup
untuk kendaraan bermotor tidak selalu identik dengan adanya keramaian
berkumpulnya pedagang, namun sering kali penutupan jalan dimanfaatkan untuk
senam pagi atau sore oleh masyarakat atau arena bermain anak. Jika udaranya
bersih maka senam bisa lebih memberikan pengaruh pada kesehatan tubuh.
Jadwal Car free day (CFD) setiap malam Jumat. Lokasi di ujung jalan Pantai
Bangsaen. Sekitar lima kilometre dari kampus. Dengan menumpang Tuk-tuk tidak
sampai 10 menit. Seperti biasa setiap keramaian akan banyak pedagang berjualan.
CFD menjadi ajang jalan-jalan penduduk lokal atau visatawan asing. Pengunjung
bisa menikmati suasana rilek dan santai disana. Bagi
yang ingin mencari hiburan
atau sekedar cari makan malam banyak tersedia aneka hiburan dan kuliner. Jika
waktu sudah beranjak sore tempat ini mulai dipadati pedagang membuka tendanya.
Pengunjungpun mulai berdatangan. Seni jalanan mulai mempersiapkan
pertunjukkannya. Ada pertunjukkan seni tari rakyat, seni lukis dengan atraksi
melukis yang sangat terampil, juga seni manusia berperan menjadi patung warna
emas dengan kotak amal ditaruh didepannya. Banyak juga panggung-panggung
hiburan band modern.
Pada malam
tertentu, sore hingga malam, sepanjang jalan lokasi Bangsaen Beach dijadikan “Car Free Day”. Disana banyak pedagang asesoris,
mulai dari sabuk celana, tas kecil, pernik-pernik wanita, topi, kuliner dan
sebagainya. Pengunjung dengan bebas berjalan santai dan lalu lalang memilih
barang belanjaan.
Saya pernah membeli buah siap santap, dua kantong plastik hanya
20 bath. Dijual digerobak beroda yang banyak dijumpai di sana. Buah yang saya pilih Jambu dan Belimbing manis. Saya
sempat kaget, setelah saya
rasakan. Rasanya enak sekali, lain dari rasa
buah yang saya maksud. Buah irisan jambu yang saya makan rasanya seperti apel.
Saya pikir salah ambil buah, ternyata benar. Jambu disana rasanya
bisa seperti rasa buah apel. Subhanallah.
Kemudian saya mencoba merasakan kuliner tradisional, berupa makanan kue
rebusan, yang saya beli dari penjual tak jauh dari penjual buah, ternyata berbahan
singkong rebus rasanya khas lezat sekali. Dari situ saya semakin percaya bahwa,
Thailand memang negara dengan produk unggulan hasil rekayasa pertanian.
Di pojok-pojok tertentu tersedia dinding beground untuk berfoto
dengan rekayasa cahaya yang bagus. Biarpun malam bisa mengambil gambar dengan
bagus, tidak siluet. Saya sempat foto foto beberapa kali cuma sayang foto foto
itu sudah hilang semua. Saya sempat duakali pergi sana. Lokasi tepatnya di
pinggir pantai Bangsaen, kira-kira sepanjang 1,5 kilometer memanjang di jalan
tepian pantai Bansaen. Pemdandangan malam pantai sangat bagus dengan kerlap
kerlip lampu dikejauhan. Jika tidak ingin keramaian, kita bisa sekedar duduk
duduk saja dipinggir pantai. Bisa juga jalan jalan melihat-lihat dagangan yang
banyak macamnya. Kita bisa sambil pilih pilih produk baju jika ada yang cocok
bisa dipakai oleh-oleh pulang ke Indonesia. Penjual makan juga banyak, mulai
dari irisan buah segar-segar sampai masakan khas local. Camilan khas disana
yaitu irisan aneka buah buahan dalam kantong plastic sekalian tusuknya untuk
makan. Rasanya sangat lezat. Serasanya keinginan kita semua tersedia di CFD,
sayang banyak makanan yang kami tidak tau apa namanya.
Panggung music lengkap dengan para artis lokal tidak berhenti
melantunkan lagu dengan bahasa Thai. Sehingga kami kurang bisa menikmati. Tiap
beberapa jarak bakal ada panggung lagi dengan jenis music yang berbeda. Ada
music rock, music Pop, dan lokal. Ada beberapa music yang saya dengarkan mirip music
dari Indonsia seperti musicnya group dewa, kangen band dan lain-lain. Jika kita
menyusuri terus maka akan menemukan banyak oanggung dengan kekhasan
masing-masing. Juga jika kita pingin digambar, ada siap selalu tukang seni
lukis yang tidak butuh waktu lama bisa menyelesaikan lukisan diri kita yang
sangat mirip. Bisa warna warni atau sekedar hitam putih juga bisa berbagai
pose.
Perbedaan Car free day di Thailand dengan yang
ada di Indonesia adalah dari segi sosial adalah cara berbusananya
pengunjungnya. Pengunjung CFD di Indonesia akan diwarnai dengan banyaknya
pengunjung wanita yang mengenakan kerudung. Namun disana sebaliknya,
sulit menemu pengunjung atau penjual yang mengenakan kerudung. Hal ini bisa di maklumi karena mayoritas masyarakat di
distrik Bangsaen menganut agama Budha. Jadi masih perlu hati-hati jika akan
membeli makanan masakan yang tersaji. Bagi seorang
muslim haram makanan hasil sebelihan oarang musyrik. Jadi bukan hanya banyaknya
tersebar makanan yang mengandung minyak babi, juga banyak penjual makanan
daging ayam sembelihan penganut budha. Alternatif kuliner yang bisa kita
nikmati adalah kuliner buah-buahan. Jika ingin mencicipi kuliner masakan
seperti kue, makanan khas harus dipastikan penjualnya adalah seorang muslim.
Dalam hal buah negara Thailand bisa dikatakan surganya buah. Disana banyak
dijual buah sudah dikupas dan tersaji selayaknya kuliner hasil masakan di
Indonesia. Catatan terakhir
saya, walapun ramai pengunjung lingkunagn tetap bersih. Itu saja.
Car Free Day
juga menjadi pasar rakyat karena saking banyaknya penjual kebutuhan yang bisa
dijangkau oleh rakyat kelas menengah kebawah. Mulai dari kebutuhan dapat sampai
kebutuhan anak sekolah tersedia disana. Tampak banyak kendaraan pedesaan
mengantar penduduk mengunjungi malam car free day sebulan sekali itu. Mereka
rata-rata pulang dari Car Fre Day dengan membawa banyak belajaan yang
banyak. Mobil-mobil yang mereka tumpangi terlihat penuh dengan barang-barang
belajaan. Biasanya mereka datang secara rombongan dengan menyewa tuk-tuk mobil
cevrolet yang memiliki bak belakang yang cukup luas.
CFD merupakan aksi
kesadaran yang tumbuh pada masyarakat akan bahaya asab kendaraan bermotor. Asab
kendaran bermotor dapat merusak lingkungan hidup. Apabila udara mengandung CO2
belebihan maka akan terjadi efek rumah kaca. Suhu udara dipermukaan bumi
meningkat. Terjadi peristiwa mencairnya glesyer di kutub bumi yang akan
mengakibatkan permukaan daratan semakin berkurang dengan meningkatnya volume
air lautan.
Sebenarnya asap
kendaraan bukan satu satunya penyebab meningkatnya kandungan CO2 di udara,
masih banyak yang lain seperti cerobong asab pabrik yang kapasitasnya lebih
besar daripada sekedar asab motor. Pembakaran hutan, pembakaran batubara dan
sebagainya. Namun paling tidak dengan adanya CFD bisa mengingatkan kepada
penduduk dunia akan pentingnya menjaga alam dari kerusakan dengan cara
menimalkan produksi gas buang yang mengandung gas CO2.
Mencegah
peningkatan kandungan berlebih gas CO2 yang dihasilkan oleh asab
sebenarnya tidak cukup dengan aksi CFD yang berlangsung sebulan sekali atau
seminggu sekali. Namun harus menghentikan penggunaan bahan bakar yang berasal
dari fosil makluk hidup dan beralih ke bahan bakar yang tidak menghasilkan
asab. Bahan bakar alternatif biogas bisa menggantikan pengunnan bahan bakar
yang berasal dari fosil yang tidak tergantikan. Disamping itu kita harus
melakukan proses reboisasi yaitu menanam pohon pada daerah yang telah gundul.
Komentar
Posting Komentar