Gerbang Kampus
Setiap kampus memiliki
pintu gerbang masuk dan tidak jarang setiap pintu gerbang dibangun memiliki
maksud tersendiri yang ingin ditampilkan. Tidak beda dengan kampus Burapha
University, memiliki maksud yang sama. Tidak lain harapannya setiap pengunjung
memiliki kesan yang baik terhadap terhadap Burapha. Gerbang kampus ibarat
mahkota, fungsinya sebagai penghias, untuk menciptakan kesan pertama yang baik
bagi pengunjungnya. Tamu sebelum memasuki bagian dalam kampus terlebih dulu
akan melihat bagian luarnya dulu. Gerbang yang bagus, terlihat modern, kokoh
dan ukuran yang megah akan memberikan citra baik bagi bagi kampus. Umumnya
sebuah gerbang masuk di desain seperti gapura dan terdapat portal melintang
yang kokoh. Tamu yang menggunakan kendaraan akan melitasi portal tersebut
setelah ada ijin dari penjaganya. Diatas gapura sering dipasang logo sebuah kampus
agar terlihat oleh siapa saja yang akan melintasi. Pemasangan logo di gapura
gerbang utama untuk memberikan kesan bahwa kampus komitmen dan konsistensi
terhadap motto kampusnya.
Motto kampus Burapha
bertuliskan,” Sukho Panna Patilabho”. Dengan bahasa asli Thailand yang artinya
dalam bahasa Inggris adalah “Gaining Intellectual knowledge brings happiness”.
Itulah motto kampus Burapha yang tertulis dalam logo yang terpasang di gapura.
Arti moto itu dalam bahasa Indonesia,”memperoleh pengetahuan intelektual
mendatangkan kebahagian”. Motto kampus akan dijunjung tinggi oleh seluruh
civitas akademik kampus. Warga kampus menjadikan motto sebagai spirit dalam
beraktivitas meraih tujuan.
Burapha
University memiliki dua gerbang
masuk kampus. Gerbang bagian depan dan gerbang bagian belakang. Bagian muka berdiri
gapura besar gagah dan jalannya double
ways. Petugas satpam selalu standby dalam pos di tengah badan jalan. Keluar dari gerbang langsung jalan raya arah
kota Bangsaen. Keluar
gerbang belok ke kiri dikit ada jembatan penyeberangan jalan raya. Keluar
gerbang belok ke kanan dikit di seberang jalan ada Mall Laemtong. Pintu
gerbang di setting sebagus mungkin, mulai dari letaknya, modelnya dan kemudahan
aksesnya. Jika jalan lurus
mengikuti tepian trotoar jalan raya
akan dapat melihat sisi gedung kampus dari luar. Tepian trotoar merupakan pagar kampus yang memisahkan lokasi kampus
dengan jalan raya. Terdapat pohon-pohon yang cukup rindang di sepanjang pinggir
pagar. Pada sisi-sisi tertentu trotoar, disana ada bangku-bangku permanen.
Kita bisa duduk sambil
berdiskusi untuk melepas capek setelah
seharian kuliah. Penikmat trotoar itu ada kelompok pekerja, ada kelompok masyarakat umum dan
pelajar. Bagi pejalan kaki bisa berjalan santai sambil menikmati teduhnya bawah
pohon sepanjang pinggir trotoar. Mayoritas yang duduk disana mengenakan seragam
hitam putih pertanda mahasiswa Burapha. Mahasiswa banyak ngumpul-ngumpul disana
usai keluar kuliah.
Kemegahan
gerbang tampak dengan adanya
dinding batu warna gelap berdiri kokoh bertuliskan nama kampus yaitu
“Burapha University”
ukuranya cukup besar berwarna kuning emas. Warna biasanya memiliki arti
tersendiri, untuk warna emas ini bagi kampus Thailand menunjukkan bahwa kampus
menjunjung tinggi moralitas. Saya
tidak
tahu apa makna dari nama
Burapha. Ditempat itu menjadi beground favorit para
pengunjung berfoto atau
selfi mengabadikan moment bertanda telah berkunjung di kampus Burapha. Seandainya
setiap pengunjung yang sedang mengambil gambar disana, biasanya jawabannya
untuk sekedar kenangan.
Saya pun juga tidak mau melewatkan kesempatan itu. Saya beberapa kali berpose
foto di tempat itu. Sebagian pose sendiri sebagian rame-rame dengan teman
teman. Kelak akan menjadi kenangan bahwa saya pernah kesini.
Sebelah kanan-kiri
gerbang ada taman yang yang terawat, bunga yang dipotong dengan rapi dan
berumput hijau tebal. Sebelah kanan berdiri baliho besar foto raja Thailang
yang sedang berkuasa pada saat itu. Pengunjung kampus akan melihat baliho itu
saat akan melintasi gerbang. Terdapat pula banyak bendera negara terpasang
ditiang-tiang disebelah foto raja seakan ingin menunjukkan bahwa kampus punya
jiwa cinta pada tanah air nya.
Sebagaimana
halnya gerbang kampus kampus di Indonesia, di gerbang pintu masuk kampus
Burapha, pengunjung akan di jegat oleh petugas untuk di periksa dan
ditanya-tanya. Cuma yang
demikian itu untuk pengunjung yang di sinyalir masih baru atau rombongan. Petugas
nanti akan mengarahkan letak gedung mana yang akan dituju oleh pengunjung. Jadi
tidak kawatir tersesat. Karena jalan di dalam kampus cukup ruwet bagi pengunjung
yang masih baru pertama kali
masuk dan tidak membawa guide. Jalan didalam kampus banyak sekali dan mirip-mirip
antara satu jalan dengan
jalan lain.
Petugas satpam yang selalu menjaga di pos tengah jalan. Mereka berwajah
ramah-ramah dalam melayani pengunjung yang baru. Sebagian teman sempat
memperhatikan kondisi satpam disana. Seragam satpam disana secara umum mirip
dengan seragam satpam di Indonesia. Warna biru tua dan modelnya ketat seperti
militer. Asesoris kurang lebih sama juga. Mereka mengenakan tali putih sebagai
pengikat peluit di pundak, dan lain-lain.
Adapun gerbang kedua, terletak dibagian belakang kampus. Tidak selebar gerbang
bagian depan. Hanya jalan tunggal untuk dua arah keluar-masuk. Terpasang gapura
bertuliskan Burapha University. Keluar dari gerbang akan masuk jalan kampung. Saya
tiapkali ke pasar “kaget” pasti melewatinya. Jika kita ingin destinasi ke kampung sekitar kampus lewat gerbang belakang. Cuma bukan
kampung seperti kampung di desa, namun kampung penduduk perkotaan. Jalannya
beraspal dan tetap ramai padat penduduk. Umumnya kampung sekitaran kampus juga banyak warung makan dan
kos-kosan. Lewat gerbang belakang, bisa juga menuju kota, namun terlebih dulu
melintasi jalan-jalan kampung. Untuk sampai ke kota agak lebih jauh sedikit. Melewati
jalan kampung ada sisi asiknya, banyak yang bisa kita lihat di
sepanjang jalan, kita akan mengenali kebiasaan kegiatan penduduk. Kita bisa lihat sisi yang beda dari
kesibukan penduduk dan bisa dibandingkan dengan kebiasaan masyarakat kita.
Saat pulang ke Indonesia bisa menjadi bahan cerita ke teman-teman.
Kampus sebagai
tempat meraih ilmu dan pendidikan tinggi guna menyambut massa depan yang lebih
baik bagi generasi bangsa. Sudah semestinya kondisi kampus harus menumbuhkan
kepercayaan bagi siapa saja yang datang untuk menimba ilmu. Kepercayaan
masyarakat terhadap kampus salah satu modal penting yang harus dimiliki agar
dapat menghantarkan para generasi meraih cita-citanya. Kampus juga mempunyai
tugas untuk menumbuhkan cinta terhadap tanah air dan rasa bangga terhadap
bangsa, dengan mengembangkan proses pendidikan yang dapat membangun jiwa
optimis sehingga mendorong prestasi bagi mahasiswa. Dalam upaya semua itu, kampus burapa memperhatikan
dan mempercantik pintu gerbangnya. Benar bukaan?
Komentar
Posting Komentar