Kudeta Hati  


Kata seorang kawan,”Dengan berfikir positif seribu kebaikan mengikuti, berfikir positif melahirnya energi positif. Selanjunya, bisa dipastikan akan melahirkan tindakan positif. Apa yang ditulis kawan ini benar. Paling tidak saya pernah membuktikan sendiri. Mungkin tidak semua orang sependapat dengan kata-katan itu, tidak jadi masalah namun bagi saya bisa dikata harga mati. Saya tidak tahu, apakah ungkapan itu, potongan kata-kata dari sebuah hadist atau bahkan ayat suci dan sebaginya, akan tetapi jika di fahmami kandungan isinya yang masih general dari sisi kalimat, maka bisa di bawa kemana saja kita punya kenyakinan. Sehingga kata-kata itu menjadi pemantik sebuah spirit dalam berbuat baik bagi saya.

Kuliahpun hampir berakhir, satu bulan tak terasa hampir genap. Jadwal kepulangan sudah semakin dekat, tinggal 4 hari lagi. Teman-temanpun sudah mulai berkemas sebagian isi kopernya. Mulai menata oleh-oleh, memeriksa pesanan, dan memberi kabar keluarga yang ditinggal di rumah. Seribu angan-angan, akan diekspresikan saatnya nanti jika telah tiba waktunya. Ingin menggendong anaknya yang masih kecil, memberikan jajan kesukaan anak-anaknya, dan sebagainya banyak sekali. Seringkali semua itu membuat larut dalam mimpi. Pikiran ini telah mendahuli kenyataan. Apakah ini watak pikiran mansuia ataukah kelainan saat-saat tertentu saja? Entahlah!  

Diruang hati yang lain dalam hati ini, ada rasa yang lain. Nampaknya setelah menjalani rutinitas di Dormitory menyisipkan kesan lain yang mendalam. Dormitary mampu meninggalkan bekas, dormitory telah mencuri hati ini. Karuan saja, hati bercampur aduk antara rindu segera pulang dengan takut akan kehilangan kebersamaan di Dormitori. Ada kudeta hati, ada kegalauan, mulai ada pemberontakan batin di Dormitory. Wifi gratis akan segera berakhir, listrik non stop akan berakhir, air mandi yg melimpah akan berakhir, menu dari Thao Thong 2 akan berhenti. Dan mungkin pesona suara burung jalak yang bersahutan akan berganti dengan bisingnya suara peluit juru parkir dijalan-jalan Surabaya.. Ooh Dormitory saya benci kamu (Wahyu_Sains.Fb. 2013).

Dormitory tempat tinggal kami selama disana. Sebuah gedung bertingkat 6 yang dihuni sekitar 800 mahasiswa Burapha. Kami tinggal di lantai yang berbeda beda. Ada yang dilantai dua, tiga dan empat. Kebetulan saya kebagian dilantai tiga. Satu kamar dengan pak Malikbond, Pak Rahmadi, Pak Rohmat dan bapak yang lain berjumlah 6 orang. Kami Kami sekamar punya kesamaan tidak merokok. Berbeda dengan yang diseberang kamar kami mereka para perokok berat. Terkadang asap di seberang sampai bertiup menyeberang di pintu kamar kami. Sangat mengganggu! Walaupun ada larangan merokok tetap saja tidak dindahkan. Mungkin statusnya sudah tingkat ketagihan. Mereka curi-curi kesempatan padahal ada CCTV selalu memantau dari luar di sudut sudut luar ruangan. Tapi semua itu tidak mampu membuat mereka berhenti merokok. Yach begitulah, payah!

Lingkungan Dormitory sangan bersih dan asri. penjaga kebersihan selalu bekerja menata taman dan membersihkanya. Ada satpam berjaga di depan pintu masuk. Teras cukup luas. Bisa dipakai duduk duduk memakai sepatu tiapkali akan berangkat kekampus. Begitu masuk ruangan alas kaki harus dilepas dan disimpan yang benar ditempatnya. Ruang dalam bagian depan cukup luas kurang lebih empat kali ruang laboratorium IPA standar. Didalamnya ada ruang khusus komputer plus internetnya. Dan ada meja-kursi bisa untuk baca-baca. Ruang sebesar itu ada di setiap tingkat sebelum masuk ke lorong-lorong kamar. Lorong antar kamar yang berhadapan dipisah tidak bersambungan. Dari situ kita bisa melihat ke teras-teras kamar setiap tingkat. Pagar cukup aman, kita bisa melihat kamar paling bawah dari teras kamar tingkat tiga. Jadi bangunan gedung Dormitory kosong ditengah tanpa lantai dari lantai 6 ketingkat ke dua. Dilantai tingkat dua celah antar kamar sangat luas dan berlantai, biasa dipakai kegiatan baris berbaris saat menghukum mahasiswa yang melanggar aturan asrama. Disiplin yang diterapkan seperti disiplin semi militer. Mahasiswa baru biasanya kepalanya botak. Itulah budaya lokal kampus!

Adapaun Thao Thong 2 adalah sebutan untuk asrama mahasiswa yang ditempat oleh mahasiswa putri. Di asrama putri dibolehkan masak-memasak disana disediakan dapaur tiap-tiap kamar. Fasiltasnya lebih bagus dan komplit. Salah satu teman putri menawarkan pada kami agar bersedia memasak bareng-bareng, bapak-bapak cukup iuran duit saja. Selanjutnya menerima makanan jemput sendiri didepan asrama jika telah tiba waktu makan. Jarak asrama laki-laki dengan putri sekitar dua ratus meter saja, lumayan dekat.

Posisi gedung Tai Thong 2 sangat strategis. Depan gedung raya dalam kampus. Disana ada halte pas dipinggir jalan samping gerbang masuk asrama putri. Sehingga mudah keluar menjemput Bus kampus yang lewat. Jika waktunya berangkat kuliah atau sekedar putar-putar kampus pakai bus kita berkumpul disana. Seberang asrama terdapat pemandangan yang bagus. Ada taman dan danau sangat terawat, ditepi danau ada tempat Joging pagi atau sore mutar kira-kira 2000 meter melingkar. Dibeberapa sisi jalan ada alat-alat olah raga bisa dipakai siapa saja yang mau. Suasana tenang jauh dari hiruk pikuk kendaraan kota. udara bersih tanaman bunga dipinggir jalan terawatt segar. Mungkin ini yang bikin betah disana. Dah pokoknya asyiiik banget!

Tapi semua itu akan segera berakhir. Semua itu akan segera ditinggal. Kami akan segera kembali ke Surabaya. Kembali ke kampus semula. Kampus kami yang selama ini kami banggakan. Tapi kenapa ada rasa sedih, ada rasa takut kehilangan Dormitory, yang sudah jelas telah memisahkan kami dengan kampus kebanggaan kami selama ini. Kami dulu pernah memimpikan bisa meraih kampus Surabaya dan telah mendapatkanya, tapi kenapa saatnya ada waktu kembali pulang malah ada kesedihan, seperti ada yang hilang, Tanya kenapa?

Itu kah tabiat hati manusia? Itukah rasa yang telah berganti? Sulit memahhami semuanya!. Mungkin ini yang dimanakan kudeta hati? Hati ini gampang larut dengan apa yang ada dihadapanya, hati ini mudah larut dengan apa yang mengitarinya terus menerus. Siapa saja bisa merasakan. Cobalah bertanya kepada dirimu sendiri, apa jawaban jujurnya. Cobalah bertanya kepada kawan, ada apa dengan hati ini?. Cobalah ungkapkan apa yang anda rasakan, agar semua menjadi jelas, agar semua menemukan yang pas. Siapa pun kita, akan mengalami semua ini, siapapun kita akan memiliki kisah semacam ini. Karena manusia punya hati dengan karakter yang sama. Ia akan bisa menceritakan kepadamu jati dirinya sendiri. Kawan, semua itu biasa! Hati akan selalu larut dengan keadaan jika akal tidak berperan. Dus, kendalikan hati dengan akal. Hadapi semuanya dengan akal yang terbimbing dengan wahyu, kembalilah kepada agama kita, jangan lupakan petunjuk Allah, pergilah bersujud, komunikasikan semuanya dengan Robmu. Dia lah sumber keteguhan hati dari segala kudeta hati. Insyallah!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

KESIMPULAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI