Floting Market
Pernahkah anda melihat pasar apung? Bagi anda yang tinggal di wilayah geografisnya diatas air, pasti tidak merasa aneh melihatnya. Namun yang biasa tinggal di daratan akan melihat pemandangan yang tidak biasa dan akan menikmati uniknya. Sebagaimana saya, tidak pernah melihat pasar apung kecuali melalui layar TV saja. Dikatakan pasar apung karena para penjual dan pembelinya mengapung diatas air. Kawasan pasarnya adalah kawasan perairan, bisa berupa sungai atau danau. Para penjaual menggunakan perahu-perahu kecil menjajakan dagangannya. Jumlah perahunya yang banyak berderet-deret menjadi pemandangan yang unik. Di Indonesia, pasar apung dapat dijumpai dibeberapa wilayah. Misalnya di Kalimantan, Sumantra dan Jawa. Di kalimantan selatan ada pasar apung Lok Baintan, Muara Kuin, dan Pasar Siring Piere Tendean. Terdapat juga di pulau sumantra terdapat pasar terapung di daerah Langkat, kemudian di Jawa terdapat pasar Apung Sentul dan Lembang, dan satu lagi di Malang namanya Pasar apung Nusantara.
Berbeda dengan Indonesia,
pasar apung dikenal dengan istilah Floting Market terdapat di Pattaya bagian
timur Thailand. Pasar ini
sangat Unik. Keunikannya ada pada lokasinya. Lokasinya diatas sungai yang arusnya
tenang. Kios-kiosnya berada di atas air
beriri kokoh permanen.
Antar kios dihubungkan
dengan jalan kayu yang tertata rapi. Diantara kios kios
terdapat jalan air sebagai tempat lalulintas perahu pedagang yang mobile. Kita
bisa jalan kaki dari kios satu ke kios lanya, namun juga bisa menumpang perahu
sewa. Pedagang mobile memasarkan barang
dagangannya di tata di perahu. Terlihat unik sekali! Jika pergi ke Thailand, tidak mampir di sana rasanya belum lengkap destinasi wisata anda. Akses menuju
lokasi sangat mudah karena berada di pinggir jalan besar. Memungkinkan setiap wisatawan dari provinsi Chonburi yang
hendak ke Bangkok bisa mampir
sebentar, kemudian melanjutkan perjalanan tanpa banyak menyita waktu. Kabarnya,
terdapat tujuh tempat wisata pasar apung di Thailand. Namun yang terbesar ada
di Pattaya. Floting market pattaya mengunakan konsep paling modern. Di pasar
apung ini menjual produk-produk dari empat bagian silayah Thailand, meliputi
utara, tengah, selatan dan timur laut Thailand. Produk ukiran, seni, tekstil
dan miniatur kapal banyak sekali dijual disana.
Kami berangkat dari kota Bangsaen menuju pasar menggunakan Bus kampus.
Guide kami Mr Tanawat. Dia salah satu utusan dari Burapha. Sampai di pantai sekitar
Jam sepuluh siang. Bus parkir di halaman pasar yang luas. Sebelum masuk, sempat berfoto
dengan seekor Gajah milik penduduk. Gajah itu sengaja disewakan untuk sekedar
berfoto. Pawang gajah selalu memandu si Gajah untuk melakukan atraksi
saat sesi foto. Ini merupakan
tontonan tersendiri sebelum masuk kedalam pasar. Tempat atraksi di seberang
jalan depan pasar. Tepat di seberang pintu gerbang masuk pasar. Pintu gerbang
pasar tinggi dan megah. Pintu itu dipenuhi oleh ornament tradisional khas
daerah lokal. Sekilas saya lihat seperti mebel jawa kuno. Setelah
mendekat nampak beda. Terbuat
dari kayu berukir dan di cat warna coklat sangat bagus. Kesan pertama masuk pasar ini sangat
artristik. Begitu masuk lokasi bagian dalam semakin unik. Banyak penjual hasil
kerajinan tangan. Kemudian semakin masuk, kita akan merasakan hiruk
pikuk pasar ini. Tawar menawar hal yang lumrah saat
pengunjung akan memilih oleh-oleh khas pasar ini.
Saya mencoba mengelilingi semua area pasar ini. Berjalan diatas jalan
kayu yang tertata rapi. Kanan-kiri jalan ada lapak kokoh dengan bangunan berbahan kayu semua. Bangunan
berwarna cat-cat coklat muda. Anda bisa bayangkan kondisi disana seperti
berkunjung di perumahan penduduk tepian pantai. Lapak-lapak ini semuanya
merupakan pedagang. Diantara lapak permanen ada jalan-ialan air, tempat perahu-perahu sewaan melintas. Para wisatawan bisa memanfaatkan perahu-perahu itu untuk
berkeliling melalui jalur air, atau sekedar berfoto mengabadikan momen di pasar
ini. Sekali sewa paling tidak butuh 500 Bath. Bisa untuk 4 atau 5 penumpang.
Seperti umumnya pasar wisata. Semua kebutuhan oleh-oleh tersedia di sana.
Mulai dari asesoris wanita, makanan khas, mainan anak-anak, dan beberapa
barang-barang elektronik murah. Saya sempatkan beli buah tangan berupa
bolpoint berukir gambar gajah yang unik untuk oleh-oleh
teman-teman di kampus. Saya juga mencoba merasakan masakan disana, setelah saya pastikan halal. Harganya cukup murah. Hanya beberapa Bath saja. Harganya
tidak jauh beda yang dijual di lingkungan kampus. Cocok untuk mahasiswa. Tidak
begitu menguras kantong. Catatan saya, Floating Market menyajikan nuansa wisata alami kedaerahan khas Thailand yang unik.
Begitulah yang saya rasakan saat itu.
Fenomena pasar
apung adalah tanda kebesaran Allah yang maha bijaksana. Manusia diberi akal
Allah. Dengan akal manusia memiliki kemampuan memecahkan masalah yang
dihadapinya. Disaat manusia membutuhkan makan, maka Allah telah memberi
ketrampilan kepada manusia untuk mencari makan. Setelah berusaha dengan segala
potensi yang dimilikinya, akhirnya manusia mendapatkan makan. Artinya Allah
juga menyediakan bahan makanan bagi manusia di muka bumi ini. Apa yang
dilakukan oleh penjual apung di floting Market adalah gambaran nyata dari maha
bijaksana Allah.
Manusia juga dicipta
oleh Allah sebagai makluk sosial. Artinya tidak bisa hidup sendiri. Sepanjang
kehidupan manusia membutuhkan peran manusia lain. Mereka berkumpul dan
berinterasi untuk memenuhi hajat yang muncul dalam diri mereka. Ada kebutuhan
bersifat fisik, ada pula kebutuhan bersifat non fisik. Seperti kebutuhan makan,
minum, mendapat suhu lingkungan yang sesuai, istirahat kala badan telah capek
karena seharian bekerja, butuh pula kebelakang jika rasa itu muncul, semua itu
kebutuhan fisik manusia atau disebut kebutuhan badaniah yang selalu
diusahakannya. Jika tidak maka akan menimbulkan derita pada jasmaninya. Rasa
lapar akan muncul sendiri tanpa komando dan tanpa kompromi dalam diri manusia
dan menuntut segera dipenuhi. Kemudian manusiapun berusaha memenuhinya. Jika
tidak, maka bisa mati kelaparan atau mati kering karena tidak dapat minum.
Manusia juga
memiliki dorongan dari naluri berupa keinginan-keinginan dalam dirinya. Allah
tanamkan keinginan dalam diri manusia agar manusia ada gairah untuk melakukan
sesuatu. Dengan adanya keinginan itu manusia berusaha, bekerjasama,
berkembangbiak dan membela diri. Fakta penjual di pasar apung merupakan action
pemenuhan salah satu dari kebutuhan dan keinginan yang ada dalam diri manusia. Keduanya
akan selalu ada dalam diri manusia. Mereka ada sejak manusia dilahirkan
didunia. Tidak memandang muslim atau non muslim, manusia dalam dirinya terdapat
keduanya. Subhanallah !

Komentar
Posting Komentar