****Muslim Club****
Mahasiswa muslim Burapha, walaupun jumlah sedikit tapi punya sekretariat. Perkiraan persentase mahasiswa hanya dua persen dari keseluruhan jumlah mahasiswa di Burapha. Mengingat jumlah penghuni asrama putra 800 mahasiswa, kabarnya hanya ada lima belas yang beragama islam. Ruang sekretariat mahasiswa muslim bertempat di lantai tingkat tiga dalam gedung unit kegiatan mahasiswa. Ukuranya sekitar 25 meter persegi. Dinding yang bersebelahan dengan bagian luar berjendela kaca. Penerangan alami bisa dari jendela kaca disiang hari. Lewat jendela kita bisa milihat ke arah luar, memandang luas nya halaman kampus. Ada fasilitas toilet di bagian dalam sebelah dinding timur. Ruang seluas itu di sekat menjadi dua bagian dengan tirai papan tidak permanen. Jika lagi ada kegiatan meeting bareng sekat itu di geser menepi ke salah satu dinding. Terdapat satu pintu masuk dengan dua daun pintu. Dinding bagian dalam ruang yang besebelahan dengan sekretariat mahasiswa seni terbuat dari kaca tebal dan buram. Dalam ruang terlihat tidak ada sarana yang memadahi. Tidak tampak komputer atau labtop. Tidak tampak meja tulis atau kursi. Bagian lantai beralaskan kapet. Itu sekilas fasilitas fisik sekretariat muslim kampus Burapha.
Setiap mahasiswa muslim sewaktu-waktu bisa masuk kesana,
karena pintu tidak dikunci. Namun pada saat akan masuk gedung untuk memanjat
naik ke ruangan harus melewati satpam. Kita akan disodori buku besar, tulis
nama dan tujuan, sebagai adminitrasi bagi pengunjung. Pertama kali saya
disodori buku itu sempat kerepotan, saya harus nulis apa, karena tidak ada satu
tulisan dibuku yang bisa saya baca, apalagi memahami maksudnya. Tulisan yang
tertera pakai huruf thailand semua. Sementara antara kami dan ibu petugas yang
sedang jaga tidak bisa saling berkomunikasi. Kami hanya saling senyum dan
menganggukan kepala. Saya hanya mengenali kolom-kolom saja sebagaimana kolom
nama dan kolom tujuan dan lain-lain, itupun perkiraan. Akhirnya, saya asal
nulis saja untuk memenuhi isi kolom-kolom itu. Saya nulis alamat, tujuan dan
saya akhiri ada tanda tangan dibagian baris terakhir. Dan semua teman-teman
saya yang ikut seperti itu. Kamipun lanjut naik ke atas ruang sekretariat.
Separuh lantai dasar terdapat ruang terbuka yang luas.
Disana selalu ramai dengan kegiatan seni mahasiswa. Mulai dari belajar menari,
menyanyi atau sekedar duduk melingkar berdiskusi untuk mendiskusikan kegiatan. Sedangkan dihalaman terbuka sering dipakai
main futsal mahasiswa laki-laki. Jadi sehari-hari gedung itu ramai dengan
kegiatan mahasiswa. Kami sering pertemuan di ruang sekretariat dengan himpunan
mahasiswa muslim disana. kami bertemu dengan teman-teman mahasiswa muslim dari
Indonesia yang sudah lama disana. berkumpul untuk saling memperkenalkan diri.
Berbagi cerita asal daerah masing-masing kami. Ada mbak Ismi dari sumatera, ada
mas Fadli dari NTB, Mas kafii dari malang, mas Bayu dari Jogja dan daerah lain Indonesia.
Sedangkan kami sendiri sejumlah tiga puluhan mahasiswa muslim dari kampus
surabaya.
Agenda malam kamis ada jadwal pengajian di sekretariat.
Pemandu dan pengisi pengajian dari teman-teman muslim sendiri. Menurut infonya,
terkadang mahasiswa S3 ikut bergabung dalam pengajian rutin. Materi pengajian
diserahkan pada pembicara. Saya pernah mengisi sekali dengan tema,”persaudaraan
sesama muslim”. Saya menyampaikan materi dengan mengaitkan pentingnya ke-iman
dalam menjalin persaudaraan sesama muslim. Bahwasannya setiap muslim adalah
bersaudara, walaupun dalam state yang berbeda. muslim patani, muslim indonesia,
dan muslim thailand semuanya adalah soudara seiman, yang harus saling tolong
menolong. Hidup rukun penuh persabatan. Pengajian sebagai pertemuan rutin, sering
dijadikan wadah berbagi info tentang perkuliahan, kabar kejadian dan forum
saling membatu kesulitan dalam perkuliahan atau yang lainya.
Pertemuan di sekretariat memberikan banyak manfaat antara
sesama mahasiswa muslim. Selain mempererat persaudaraan, pertemuan bisa menjadi
alternatif tempat menyalurkan bakat atau mengajarkan beberapa ketrampilan
kepada teman yang lain. Seperti membaca qur’an, mengoperasikan aplikasi software baru dalam laptop, dan
sebagainya. Usai kuliah, biasanya tempat yang dituju adalah ruang sekretariat.
Ada beberapa buku dipajang di rak yang bisa dibaca siapa saja. Mulai dari buku
cerita atau buku pelajaran. Ruang itu selalu menjadi tempat favorit teman-teman
yang masih baru masuk keliah, khususnya yang mahasiswa muslim. Disana akan
dapat teman berkomunikasi yang cocok dalam bisang agama. Misalnya bertanya
tentang arah kiblat yang benar, warung makanan yang halal, atau menanyakan toko
baju islami.
Beberapa kali saya mengambil gambar fotosaat kegiatan
bersama. Sekarang foto-foto iru tersimpan rapi sebagai kenangan indah. Sekian
lama telah berlalu terkadang muncul pingin kesana lagi. Namun apa daya, mungkin
semua pengurusnya sudah berganti yang lain. Yang saya tidak mengenal lagi. Tapi
kalaupun pengurus sudah berganti, mungkin masih seperti dulu atat tertibnya dan
karakter teman-teman disana. karena selama ini dari generasi ke generasi
tradisi dalam skretariata masih terjaga, yakni menghormati teman satu dengan
yang lain. Skretariat itu dikondisikan untuk bersama. Saya masih ingat betul
sudut ruangan itu. Saya ingat apa yang bisa dilihat saat memandang keluar dari
jendela. Tempat itu sungguh berkesan dan penuh makna persaudaraan. Saya sering
berdoa kepada Allah agar bisa kembali kesana dalam keadaan saya kuliah doktor. Ya
Allah kabulkanlah doa kami. Aamiin.
Berkumpul dan berorganisasi adalah naluri dasar bagi
manusia. Ingin bersama dengan teman-teman adalah buah dari naluri ingin
berkumpul. Naluri ini jika muncul akan semakin kuat apabila datang pemicunya.
Pemicu itu bisa berupa foto kenangan atau cerita tentang saat-saat bersama
dengan yang lain. Bagi seorang muslim hadirnya kenangan tempo dulu, bisa
melahirkan jalinan persaudaraan yang semakin
bertambah kuat, dengan mengingat kebaikannya. Reaksi berikutnya adalah
saling mendoakan kebaikan satu dengan yang lain. Karena tidaklah seorang muslim
bila iya bertemu tidak ada akan luput dari mengucapkan salam. Saling mendoakan
keselamatan dan kesehjahteraan. Mengingat kebaikan sesama teman, keudia
berlanjut dengan salaing mendoakan. Bilapin kini semua itu telah berlalu tapi
dalam kenyakinan kita nanti akan dipertemukan di surga nanti, aamiin. Disanalah
perjumpaan yang penuh kebahagiaan yang hakiki.
Saya merasa mendapatkan komunitas yang tepat selama bisa
masuk diruang sekretariat muslim mahasiswa thailand. Saya merasa sangat
bersyukur bisa bertemu dengan komunitas muslim di negeri yang jauh itu.
Perjumpaan itu menambah kepercayaan dalam diri saya bahwa islam sebagai agama
yang bisa menyatukan manusia dari berbagai bangsa dan etnis. Dari beragai suku
dan kelompok. Secara umum saudara muslim tahiland memiliki bentuk tubuh yang
tidak beda dengan kami yang dari tanah air. Perbedaan itu hanya sedikit dalam
hal bahasa yang kami tidak pernah mempermasalahkan, tidak pernah menghalangai
kami utuk saling memperhatikan, justru menjadi tambahan ilmu pengetahuan bagi
kami tentang beragamnya suku dan bahasa yang mendorong kami terus belajar dan
belarjar. Semoga sekretariat muslim menjadi tempat kita semua yang membawa ke
surga secara nersama. Aamiin.

Komentar
Posting Komentar