Gajah Putih

Sebelum berangkat ke Thailand saya membayangkan akan dapat melihat banyak gajah putih dibanyak tempat. Saya sudah berencana akan selfi dan share-share, gitu. Itu karena berita yang saya dengar bahwa Thailand terkenal dengan sebutan negeri Gajah Putih. Eh, ternyata, setelah tinggal hampir setengah bulan di Thailand, tidak satupun menemukan gajah putih itu. Saya mulai kecewa, tapi tidak putus asa. Keinginan itu masih terus ada. Saya terus berusaha. Saya selalu memanfaatkan setiap kesempatan untuk mencarinya. Saya sering menoleh kanan-kiri setiapkali perjalanan keluar kota, namun tidak juga saya menjumpainya. Rasa penasaran semakin kuat dengan Gajah Putih. Pada suatu kesempatan, saya memutuskan berjalan memasuki kampung-kampung, tapi belum juga menemukanya. Saya mencoba juga ke pasar tradisional tidak nemukan juga. Justru yang banyak saya jumpai disana adalah anjing piaraan penduduk, jumlahnya banyak berkeliaran di jalan, terkadang mengganggu kenyaman perjalanan. Yaah... sudah lah, dalam hati. Perburuan gajah putih pun sementara sempat berhenti. Saya berusaha melupakannya, disamping mulai banyak tugas kuliah yang harus diselesaikan

            Tibalah suatu kesempatan. Saya berjalan-jalan di lokasi Grand Palace. Sebuah komplek yang dipenuhi bangunan istana para Raja Siam di jantung kota Bangkok Thailand. Komplek itu sekarang telah menjadi pusat wisata budaya di kota Bangkok. Saya berjalan santai bersama teman yang lain di trotoar depan gedung Kementerian Pertahanan. Tanpa sengaja menjumpai sebuah Tugu Gajah Putih besar. Berdiri kokoh di tengah persimpangan jalan. Selain ukuranya yang besar, juga berwarna putih mengkilat. Jika diperhatikan agak berkilau seperti mutiara, bagus sekali. Saya mencoba mengamati sebentar untuk menikmati keindahannya. Tak lama kemudian bertanya dalam hati,”Patung gajah putihnya ada, tapi mengapa gajah putih yang hidupnya tidak ada?” penasaran betul dalam hati ini. Hingga sekarang pertanyaan itu tidak pernah terjawab. Pinginnya kalo ketemu akan mengabadikannya dalam foto dan video biar ada kenangan, gitu! Bisa menjadi bahan cerita ke anak-anak, keluarga dan teman di kampus. Cuma sayang, itu semua zonk hingga kini.  

Masih sambil berdiri memperhatikan patung itu, dalam hati bertanya,”Gajah kok warna putih? Pertanyaan yang selalu ada di setiap kesempatan. Tidak ketemu dengan gajah putih asli, tak apalah berfoto dengan patung gajah putih Itupun tidak bisa mendekat, Cuma dari kejauhan. Saya ditepi trotoar dan gajahnya di tengah pertigaan jalan. Antara saya dan patung ada jarak sekitar 8 meter. Sementara lalulintas ramai menghalangi view patung gajah saat diambil beground selfi. Tak lama bisa juga selfi dengan latar patung gajah. Sukses! Ndak apa-apa sekedar latar foto! Itung-itung untuk pertanda saya pernah ditempat itu dan melihat gajah putih walau patungnya saja. Tapi penasarannya belum juga hilang. Semoga lain waktu ada kesempatan lagi kesana. Aamiin.

Kini, setelah sekian lama berlalu, sekitar 8 tahun yang lalu, rasanya kepingin pergi ke sana lagi. Walaupun entah kapan datangnya rezeki itu! Sampai sekarang masih berharap. Bukan hanya untuk mencari si Gajah Putih lagi, tapi masih banyak daftar tempat bagus tersimpan dalam catatan harian yang menjadi target destinasi wisata populer. Kala itu sempat mencatat tempat yang populer di negeri gajah putih itu dari info teman yang asli etnis Thailand. Untuk menemukan tempat populer itu bisa dengan mudah di lacak di goole maps, salah satunya adalah; Taman Noong Nooch Village, kabarnya sebuah taman terbesar se-Asia. Lokasinya di provinsi Conburi Pattaya sebagai tempat tercantik di dunia dan telah menerima beberapa penghargaan. Wilayahnya agak berbukit dengan taman bunga yang luas dan Indah. Ditengah taman bertebaran banyak candi-candi  kecil berwarna ke emasan memberikan kesan religius dan artiristik. Selain tanaman bunga yang bertebaran disana-sini terdapat jalan-jalan setapak diantara pohon-pohon kelapa menambah sejuk suasana. Semua itu kesukaanku.

Mbak Asmanee seorang mahasiswi ilmu politik merekomendasi banyak tempat menarik. Salah satunya adalah taman Sriracha Tiger Zoo. Saya sempat merencanakan berkunjung ke sana, namun batal, tidak ada teman yang bisa menjadi guide. Sriracha Tiger Zoo merupakan tempan konservasi hewan di Pattaya. Di dalamnya ada Buaya, Harimau, Gajah dan hewan lainya. Pengunjung bisa berfoto dengan bayi harimau atau buaya dengan dipandu oleh pawangnya.  Banyak pertunjukkan bisa disaksikan; pertunjukkan harimau, pertunjukkan gajah, pertunjukkan ratu kalajengking. Pernahkah anda melihat video youtube ada atraksi kepala manusia dimasukkan di mulut buaya? Anda akan melihat langsung pertunjukkan itu di sana. Anda juga akan mendapatkan sirkus beberapa Harimau meloncati lingkaran besi berapi. Dan masih banyak lagi.

Rasa penasaran terhadap makluk yang “bermerek” Gajah Putih sebenarnya masih belum habis dalam hati ini. Saya masih ingin berburu Gajah putih sampai sekarang. Bayangan maya gajah putih terus ada. Kadang kepingin kuat, kadang terlupa dengan kenyataan yang lain. Begitulah isi batin itu, terkadang sulit dikendalikan dan kadang menguasai jiwa manusia. Orangtua bilang,”karakter batin memang gitu nak”. Naluri dipengaruhi oleh pihak luar. Semakin kuat aspek luar yang merangsangnya, semakin kuat naluri menguasai jiwa kita. Jika bayangan Gajah Putih masih terus muncul dalam angan selama itu keinginan akan terus ada. Hati-hati dengan naluri. Temukan cara yang efektif untuk mengelolanya. Jika bayangan itu muncul, sibukkan dengan hal yang bermanfaat lainnya. Kerjakan tugas yang masih tersisa. Jangan biarkan bayangan datang mencuri waktu untuk optima mu.

Selesai foto dengan patung gajah putih, saya terus melanjutkan jalan kaki sambil menikmati indahnya sajian wisata budaya thailand. Grand palace terdiri dari bangunan besar, Aula, Paviliun, semuanya terletak seputar lapangan rumput yang luas, taman dan halaman. Kini kanan kiri lapangan terdapat jalan umum yang ramai. Menurut cerita pembanguanan gedung-gedung itu dilakukan oleh para raja secara berturun-turun yang berkuasa. Orang bilang gaya bangunannya, “asimetri”. Semua gedung pemerintahan jaman dulu berkumpul disana, mulai gedung pengadilan, kuil Budha dengan beberapa tingkatanya. Istana agung kabarnya kini menjadi museum dan museum itu masih berfungsi sampai sekarang. Pembangunan Istana agung dimulai pada tahun 1782-an. Sisi lain, keberadaan Grand Palace menyimpan banyak tentang sejarah kerajaan Thailand. Apalagi Istana agung, kala itu, sebagai pusat administrasi dan agama negara. Istana juga sebagai kediaman raja, sehingga menjadi pusat pemerintahan. Di sekitarnya terdapat banyak penduduk, para selir, pelayan, mentri, penjaga kerajaan dan pasukan. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KESIMPULAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI