Gajah Putih
Masih sambil
berdiri memperhatikan patung itu, dalam hati bertanya,”Gajah kok warna putih? Pertanyaan
yang selalu ada di setiap kesempatan. Tidak ketemu dengan gajah putih asli,
tak apalah berfoto dengan
patung gajah putih Itupun
tidak bisa mendekat, Cuma dari kejauhan. Saya ditepi trotoar dan gajahnya di
tengah pertigaan jalan. Antara saya dan patung ada jarak sekitar 8 meter. Sementara
lalulintas ramai menghalangi view patung gajah saat diambil beground selfi. Tak
lama bisa juga selfi dengan latar patung gajah. Sukses! Ndak apa-apa sekedar latar foto! Itung-itung untuk
pertanda saya pernah ditempat itu dan melihat gajah putih walau patungnya saja.
Tapi penasarannya belum juga hilang. Semoga lain waktu ada kesempatan lagi
kesana. Aamiin.
Kini, setelah
sekian lama berlalu, sekitar 8 tahun yang lalu, rasanya kepingin pergi ke sana
lagi. Walaupun entah kapan datangnya rezeki itu! Sampai sekarang masih
berharap. Bukan hanya untuk mencari si Gajah Putih lagi, tapi masih banyak
daftar tempat bagus tersimpan dalam catatan harian yang menjadi target
destinasi wisata populer. Kala itu sempat mencatat tempat yang populer di
negeri gajah putih itu dari info teman yang asli etnis Thailand. Untuk
menemukan tempat populer itu bisa dengan mudah di lacak di goole maps, salah
satunya adalah; Taman Noong Nooch Village, kabarnya sebuah taman terbesar
se-Asia. Lokasinya di provinsi Conburi Pattaya sebagai tempat tercantik di
dunia dan telah menerima beberapa penghargaan. Wilayahnya agak berbukit dengan
taman bunga yang luas dan Indah. Ditengah taman bertebaran banyak candi-candi kecil berwarna ke emasan memberikan kesan
religius dan artiristik. Selain tanaman bunga yang bertebaran disana-sini
terdapat jalan-jalan setapak diantara pohon-pohon kelapa menambah sejuk
suasana. Semua itu kesukaanku.
Mbak Asmanee
seorang mahasiswi ilmu politik merekomendasi banyak tempat menarik. Salah
satunya adalah taman Sriracha Tiger Zoo. Saya sempat merencanakan berkunjung ke
sana, namun batal, tidak ada teman yang bisa menjadi guide. Sriracha Tiger Zoo
merupakan tempan konservasi hewan di Pattaya. Di dalamnya ada Buaya, Harimau, Gajah
dan hewan lainya. Pengunjung bisa berfoto dengan bayi harimau atau buaya dengan
dipandu oleh pawangnya. Banyak
pertunjukkan bisa disaksikan; pertunjukkan harimau, pertunjukkan gajah,
pertunjukkan ratu kalajengking. Pernahkah anda melihat video youtube ada
atraksi kepala manusia dimasukkan di mulut buaya? Anda akan melihat langsung
pertunjukkan itu di sana. Anda juga akan mendapatkan sirkus beberapa Harimau
meloncati lingkaran besi berapi. Dan masih banyak lagi.
Rasa penasaran terhadap
makluk yang “bermerek” Gajah Putih sebenarnya masih belum habis dalam hati ini.
Saya masih ingin berburu Gajah putih sampai sekarang. Bayangan maya gajah putih
terus ada. Kadang kepingin kuat, kadang terlupa dengan kenyataan yang lain. Begitulah
isi batin itu, terkadang sulit dikendalikan dan kadang menguasai jiwa manusia. Orangtua
bilang,”karakter batin memang gitu nak”. Naluri dipengaruhi oleh pihak luar. Semakin
kuat aspek luar yang merangsangnya, semakin kuat naluri menguasai jiwa kita.
Jika bayangan Gajah Putih masih terus muncul dalam angan selama itu keinginan
akan terus ada. Hati-hati dengan naluri. Temukan cara yang efektif untuk
mengelolanya. Jika bayangan itu muncul, sibukkan dengan hal yang bermanfaat
lainnya. Kerjakan tugas yang masih tersisa. Jangan biarkan bayangan datang
mencuri waktu untuk optima mu.
Selesai foto
dengan patung gajah putih, saya terus melanjutkan jalan kaki sambil menikmati indahnya
sajian wisata budaya thailand. Grand palace terdiri dari bangunan besar, Aula,
Paviliun, semuanya terletak seputar lapangan rumput yang luas, taman dan
halaman. Kini kanan kiri lapangan terdapat jalan umum yang ramai. Menurut
cerita pembanguanan gedung-gedung itu dilakukan oleh para raja secara
berturun-turun yang berkuasa. Orang bilang gaya bangunannya, “asimetri”. Semua
gedung pemerintahan jaman dulu berkumpul disana, mulai gedung pengadilan, kuil Budha
dengan beberapa tingkatanya. Istana agung kabarnya kini menjadi museum dan
museum itu masih berfungsi sampai sekarang. Pembangunan Istana agung dimulai pada
tahun 1782-an. Sisi lain, keberadaan Grand Palace menyimpan banyak tentang sejarah
kerajaan Thailand. Apalagi Istana agung, kala itu, sebagai pusat administrasi
dan agama negara. Istana juga sebagai kediaman raja, sehingga menjadi pusat
pemerintahan. Di sekitarnya terdapat banyak penduduk, para selir, pelayan,
mentri, penjaga kerajaan dan pasukan.
Komentar
Posting Komentar