Cat Tu Cak


Pariwisata merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mansuia. Kebutuhan akan hiburan dan tempat wisata tidak hanya didominasi oleh orang kaya, akan tetapi juga masyarakat menengah ke bawah. Karena  manusia potensi dasarnya membutuhkan hiburan dan kesenangan. Pariwisata dan hiburan sudah menjadi hak asasi manusia. Kebutuhan tempat pariwisata menjadi hal yang perlu ada untuk memenuhi kebutuhan hiburan. Kegiatan pariwisata tidak bisa lepas dari kegiatan ekonomi, jika pariwisata berkembang maka akan ikut menumbuhkan kegiatan ekonomi penduduk di sekitarnya. Sehingga pariwisata akan berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi suatu masyarakat. Di Thailand, pariwisata menjadi sektor industri yang mulai digalakkan untuk menunjang pembangunan nasional. Pariwisata menjadi salah satu faktor yang strategis untuk menciptakan peluang usaha bagi masyarakat.

Cat Tu Cak adalah sebuah pasar tradisional di Bangkok yang menjadi salah tempat wisata. Kabarnya merupakan pasar tradisional terbesar di Asia. Terkenal dengan sebutan Weekend Market. Gerainya banyak sekali, kita tidak akan bisa menghitung, selalu ramai dengan pengunjung, khususnya pada hari sabtu dan minggu full seharian penuh. Cat Tu Cak sudah merupakan Trademark kota Bangkok. Sasaran belanja kebutuhan pakaian masyarakat tradisional. Area Cat Tu Cak sangat luas dan fasilitasnya lengkap. Tempat belanja local yang paling favorit bagi masyarakat sekitar. Di sini menjual aneka produk fasion, furniture, plasmina, kain khas Bangkok, cinderamata tradisional, kuliner, perhiasan, binatang kesayangan, tas, sepatu dan masih banyak lagi.

Untuk mengawali destinasi saya di Cat Tu Cak, agar mudah saya membeli dulu peta. Mengingat pasar tersebut cukup luas dan padat pengunjung. Jika tidak mau membeli peta kita bisa melihat peta lokasi pasar yang tertempel di papan pintu masuk. Jalan-jalan sempit dipenuhi olah barang-barang dagangan yang unik-unik. Kondisi itu sangat membatasi jarak pandangan saya dan menyulitkan untuk mengetahui dimana posisi kita. Kalo sudah pegang peta akan mudah mengenali bagian-bagian (sections) pasar raksasa ini. Pembagian section lokasi pasar terlihat di peta, tiap-tiap bagian menjadi tempat berkumpulnya produk tertentu. Jika pegang peta saya mudah masuk dan saya mudah keluar. Tidak beda dengan teman-teman lain juga seperti itu, mereka menyebar mencari keperluannya sendiri-sendiri. Mereka larut dengan apa yang ada didepannya. Apa yang ada didepannya barangnya bagus dan berganti ganti macamnya, buanyak sekali. Mereka pergi mengikuti pandangan matanya. Berputar-putar dilorong pasar, mencari produk yang cocok.

Saya memastikan membawa uang tunai yang cukup sebelum masuk pasar Cat Tu Cak. Tukarkan uang rupiah menjadi Bath agar lebih memudahkan transaksi. Banyak loket foregn change money di sembarang tempat. Loket penukaran uang rupiah menjadi uang bath. Didalam pasar ribuan barang oleh-oleh tersedia. Bisa dipilih bebas untuk disiapkan pulang dan semuanya bagus. Terkadang sempat bingung menjatuhkan pilihan apa yang akan di beli. Pilihan saya waktu itu jatuh pada Plasmina, gantungan kunci dan bolpoint antik untuk oleh-oleh pulang. Juga ada beberapa pesanan teman di Indo yang banyak dijual disana, namun tidak bisa memenuhinya. Ada yang memesan lampu lampion ala china. Cukup kesulitan untuk membawa lampu lampion. Apalagi minta dikirim menggunakan jasa paket. Disamping prosesnya rumit, berhitung dana juga, hehehe.

Selalu waspada terhadap barang bawaan saat berbelanja di pasar ini. Pastikan dompet ditaruh tempat yang aman. Saya selalu menayakan harga dan menawar apabila hendak membeli barang yang diminati. Jika kita pandai menawar akan mendapatkan harga yang cukup murah untuk barang yang bagus dan unik. Jika mau beli barang bermerek, misalnya barang elektronik perlu kejelian ektra. Lebih baik barang elektronik tidak membeli disana karena banyak barang kualitas KW. Jika di Indonesia masih tersedia barang elektronik yang kita sukai lebih baik membeli di Indonesia saja. Karena akan terpakai garansinya.

Pengunjung tourist mancanegara berlimpah, menandakan Cat Tu Cak tujuan wisata internasional. Jika banyak wisatawan masuk disuatu negara dapat mendatang devisa bagi negara yang bersangkutan. Negera Thailand banyak membangun tempat-tempat Wisata, tersebar diseluruh wilayah negaranya, baik kota-kota atau di pedesaan. Cat Tu Cak awalnya pasar biasa, seiring dengan berkembangnya kota Bangkok maka pasar Cat Tu Cak ikut membesar dan terkenal. Disamping memang sengaja di angkat dan dipromosikan oleh negara sebagai kekayaan dan kearifan budaya lokal. Semuanya pada akhirnya akan mendatangkan devisa negara.

Manajemen pasar Cat Tu Cak telah mengkondisikan pasar menjadi lokasi wisata yang ramah lingkungan dengan memperhatikan aspek sosial dan moral. Menciptakan rasa aman pengunjung dengan banyak petugas keamanan. Menyediakan falisilitas umum seperti toilet, kamar mandi, tempat bermain anak, tempat parkir, tempat santai dan tempat pengantar pengantar. Memang, suatu destinasi yang layak harus memiliki berbagai fasilitas kebutuhan yang diperlukan oleh wisatawan agar merasa puas. Sepperti ketersediaan jasa angkut, transfortasi, akomodasi biro perjalanan, arena atraksi kebudayaan, jasa kesehata. Semua itu terdapat di pasar Cat Tu Cak. Pengunjung tidak kesulitan dan merasa nyaman.  

Bagi anda yang muslim tidak sulit untuk mendapatkan menu yang halal. Tempatnya di bagian tengah pasar dekat menara yang tinggi yang ada jam nya(tower clock). Bagian section enam belas. Disana ada restorant dan warung islam. Menyediakan masakan islami, menjual masakan jadi dan kita bisa memeilih sendiri. Sekali makan hanya butuh uang 100 sampai 200 bath tergantung lauk yang dipilih. Sati bath kira-kira sebanding dengan 400 rupiah. Silahkan mencoba semua menu yang disajikan sebelum keluar dari Cat Tu Cak agar tidak menyesal dan bisa menjadi bahan cerita di tanah air. Mencoba menu khas Thailand, mencoba nasi ayam, papaya salad, atau Tom Yam, semuanya halal.  

Selain menyediakan fasilitas fisik, pihak Cat Tu Cak memperhatikan aspek keselamatan pengunjung dan pedagang. Terdapat larangan merokok selama berada di area pasar. Jika kedapatan merokok akan terkena denda oleh pihak keamanan sebesar 2000 bath. Kota Bangkok sendiri secara umum, melarang pengunjung merokok di tempat wisata. Larangan merokok juga merupakan penciptaan lingkungan yang berbudaya. Keserasian, kenyamanan saat berbelanja dalam pasar Cat Tu Cak akan memberikan kenyamanan dan kenangan tersendiri bagi pengunjung. Pengunjung merasa puas, kemudian akan menjadi cerita tersendiri tentang cat tu cak di kota Bangkok dan akan menjadi iklan gratis bagi promosi pasar.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KESIMPULAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI